Jika Kalla Cawapres, Akbar Tanjung Sebut Belum Tentu Dongkrak Elektabilitas Golkar

JAKARTA, – Wakil Ketua Dewan Kehormatan Partai Golkar Akbar Tanjung menilai belum tentu elektabilitas partainya naik seandainya Jusuf Kalla menjadi cawapres Joko Widodo.

Hal itu disampaikan Akbar menanggapi uji materi persyaratan pencalonan presiden dan wakil presiden yg dibatasi dua kali ke Mahkamah Konstitusi (MK).

“Belum pasti juga,” kata Akbar di Kantor DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Rabu (2/5/2018).

Baca juga: MK Segera Tindaklanjuti Gugatan Warga yg Ingin JK Bisa Maju Cawapres Lagi

Karena itu, kata Akbar, partainya tidak mulai fokus pada uji materi tersebut. Ia menyampaikan Golkar mulai memikirkan strategi yg komprehensif buat meningkatkan elektabilitas partainya.

Bahkan, kata Akbar, dapat saja muncul gesekan di internal koalisi partai pengusung Jokowi seandainya Kalla kembali menjadi cawapres.

Saat ditanya apakah Golkar mulai mendukung seandainya nantinya MK menetapkan Kalla dapat maju kembali menjadi cawapres, ia tidak menjawab.

Menurut dia, hal itu juga mulai ditentukan oleh Jokowi selaku capres yg sudah diusung Golkar serta PDI-P, Hanura, Nasdem, dan PPP.

“Bisa saja ada pendapat yg berbeda. Walaupun MK katakan itu, dapat saja orang milik pendapat beda. Bisa saja milik pendapat beda itu berdampak pada orang perorang. Kalau oang perorang pendapatnya begitu, mereka lebih cenderung memilih yg tidak sesuai dengan itu,” ucap Akbar.

Baca juga: Soal Kewenangan Tafsir UUD 1945 soal Pencalonan JK, Ini Respons MK

“Ya kami serahkan aja kepada MK. Kalau memang penafsiran itu disepakati sebagai suatu penafsiran, bahwa ya mampu saja. MK kan keputusannya final dan mengikat,” lanjut dia.

Sebelumnya, Muhammad Hafidz, Federasi Serikat Pekerja Singaperbangsa (FSPS), dan Perkumpulan Rakyat Proletar buat Konstitusi (Perak) mengajukan uji materi ke MK terkait persyaratan pencalonan presiden dan wakil presiden dalam Undang-undang Pemilu.

Mereka diwakili oleh kuasa hukumnya, Dorel Amir. Permohonan uji materi didaftarkan ke MK Jumat (27/4/2018) kemarin.

TV Jusuf Kalla enggan memberi kepastian ikut kembali di ajang Pilpres 2019.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-974648810682144181-4112’); });

Sumber: http://nasional.kompas.com

Post Author: admin