Jokowi Panggil Menteri Bahas Penambahan Cuti Bersama Lebaran

JAKARTA, – Presiden Joko Widodo memanggil sejumlah menteri ke Istana, Rabu (2/5/2018) siang, bagi membahas evaluasi cuti bersama Idul Fitri 1439 H.

Semula, pemerintah telah menetapkan cuti bersama ditambah tiga hari pada 11-12, dan 20 Juni, dengan harapan dapat mengurai kemacetan pada arus mudik dan balik Lebaran.

Namun, pemerintah tengah mengevaluasi penambahan cuti bersama itu karena adanya protes dari para pengusaha.

Rapat dihadiri Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Asman Abnur, Menteri Perhubungan Budi Karya, dan Menteri Keuangan Sri Mulyani.

(Baca juga : Cuti Bersama Lebaran Diperpanjang, Apindo Meradang)

Puan mengatakan, sampai ketika ini masih belum ada keputusan final mengenai cuti bersama Lebaran.

“Jadi dalam waktu satu atau dua hari ini, secepatnya kami mulai kumpul lagi buat kemudian menyamakan persepsi dengan segala kementerian terkait dan juga mengundang BI, OJK, dan tentu saja perwakilan dari pengusaha,” kata Puan usai meeting dengan Jokowi.

Menurut Puan, pemerintah enggan membuat putusan terlebih lalu karena banyak aspek yg dipertimbangkan.

Di satu sisi, pemerintah ingin menjaga roda ekonomi tetap berjalan selama libur Lebaran.

(Baca juga : Pengusaha Protes, Pemerintah Evaluasi Penambahan Cuti Bersama Idul Fitri 1439 H)

Namun, pemerintah juga ingin agar tidak ada penumpukan kendaraan serta masyarakat mampu memiliki waktu lebih banyak buat bersilaturahim dengan keluarga.

“Agar apa yg nanti mulai diputuskan berkaitan dengan hari Idul Fitri menjelang dan sesudahnya tak mulai mempunyai efek negatif yg kemudian merugikan masyarakat,” kata Puan.

Salah satu perwakilan pengusaha yg memprotes penambahan cuti bersama adalah Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo).

Apindo menilai, kebijakan penambahan cuti bersama Lebaran dari empat hari menjadi tujuh hari tersebut mulai mengurangi beberapa hal utama dalam dunia usaha.

“Ya, memang kalau persoalan penambahan cuti bersama mulai berpengaruh dari segi produktivitas, dahulu juga mulai berpengaruh pada biaya,” ujar Ketua Umum Apindo Hariyadi B Sukamdani di Jakarta, Senin (23/4/2018).

Selain itu, Hariyadi juga menduga tidak seluruh karyawan atau pekerja senang dengan kebijakan tersebut.

Pasalnya, hal itu dapat mengurangi jumlah cuti tahunan yg mereka miliki.

“Dan juga dari segi karyawan mungkin sebagian keberatan karena karyawan itu kan milik hak cuti 12 hari kerja, nah ini diambil 7 hari cuma bagi Lebaran,” imbuh dia.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-974648810682144181-4112’); });

Sumber: http://nasional.kompas.com

Post Author: admin