Jokowi Setujui Pengaktifan Koopsusgab TNI, Ini Tugas-tugasnya…

JAKARTA, – Presiden Joko Widodo disebut telah menyetujui pengaktifan kembali Komando Operasi Khusus Gabungan ( Koopsusgab) TNI.

Lantas, apa tugas dari Koopsusgab tersebut?

Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko menjelaskan, secara umum, tugas Koopsusgab TNI adalah menolong Polri melaksanakan tugas pemberantasan terorisme.

Baca juga: Disetujui Jokowi, Komando Operasi Khusus Gabungan TNI Aktif Kembali

Namun, lantaran revisi Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme belum disahkan oleh DPR, perbantuan Koopsusgab terhadap Polri ketika ini belum maksimal.

Moeldoko tak menjelaskan secara rinci bagaimana bantuan Koopsusgab kepada Polri sebelum revisi UU Antiterorisme disahkan.

“Intinya, sekarang ini perannya tetap menolong kepolisian. Nanti kalau revisi undang- undangnya telah turun, kita mulai sesuaikan,” ujar Moeldoko ketika dijumpai di Kompleks Istana Presiden, Rabu (16/5/2018).

Baca juga: Komando Operasi Gabungan Dinilai Tak Tepat bagi Berantas Teroris

Namun, setelah revisi UU Antiterorisme disahkan, perbantuan Koopsusgab terhadap Polri dipastikan bisa berupa pengerahan intelijen, maupun pengerahan personel TNI ke titik operasi.

“Teknis pekerjaannya nanti tergantung, apakah pengerahan kekuatan intelijen atau dapat kekuatan regulernya. Tergantung kebutuhan di lapangan saja. Mereka setiap ketika mampu digerakkan ke penjuru manapun dalam tempo yg secepat-cepatnya,” lanjut dia.

Saat ditanya apakah Koopsusgab nantinya mulai dibekali wewenang buat penangkapan, Moeldoko menegaskan, secara formal kegiatan itu mulai dikerjakan apabila revisi UU Antiterorisme disahkan DPR.

Baca juga: Cerita Suami Istri yg Ditangkap Polisi karena Dikira Terduga Teroris

Meski demikian, pada prinsipnya siapapun boleh menangkap pelaku kejahatan. Namun yg harus dipastikan adalah hak-hak terduga pelaku kejahatan tetap dipenuhi.

“Nanti, kalau UU nya telah keluar baru ya. Tapi kalau telah ada indikasi, kepolisian juga telah mendeteksi dia melakukan kegiatan menyiapkan bom dan seterusnya, ya tangkap saja langsung, enggak apa-apa,” lanjut Moeldoko.

Moeldoko sekaligus mengimbau masyarakat tak perlu panik apabila Koopsusgab TNI nantinya melaksanakan kegiatannya di lapangan.

“Saya juga imbau kepada masyarakat, mungkin beberapa ketika ini mulai ada situasi-situasi seperti itu, jangan ditanggapi kekhawatiran berlebihan. Biasa itu. Serahkan sepenuhnya kepada aparat keamanan. Polri dan TNI bekerja penuh, BIN dengan segala jajaran, BAIS juga bekerja bersama-sama,” ujar Moeldoko.

Baca juga: Terduga Teroris Riau Sempat Rencanakan Serangan ke Mako Brimob

 

Moeldoko menambahkan, dalam pelaksanaan tugasnya, Koppsusgab mulai dipimpin oleh Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto yg berkoordinasi dengan Kepala Polri Jenderal Tito Karnavian.

Diketahui Koopsusgab yaitu gabungan personel TNI dari segala satuan elite yg ada di TNI, baik matra darat, laut, maupun udara. Satuan elite yg dimaksud yakni Satuan Penanggulangan Teror 181, Koprs Pasukan Khas, Bataliyon Intai Amfibi dan Detasemen Jala Mengkara.

TV Detasemen Khusus 88 Antiteror melakukan penggerebekan rumah terduga teroris di kawasan Tangerang Kota.

 

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-974648810682144181-4112’); });

Sumber: http://nasional.kompas.com

Post Author: admin