Jumlah Penerbangan Indonesia-Australia Akan Ditambah

JAKARTA,  — Presiden Joko Widodo, akhir minggu ini, mulai melaksanakan kunjungan kerja ke Australia.

Sejumlah kerangka kerja sama kedua negara pun disiapkan.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, salah satu kerja sama Indonesia dan Australia adalah penambahan rute penerbangan dari dan ke dua negara.

“Indonesia dan Australia milik hubungan dagang yg berimbang. Jumlah penerbangannya relatif seimbang karena penerbangan yg dikerjakan Indonesia itu 81 dan yg dikerjakan Australia 92,” ujar Budi di Kompleks Istana Presiden Jakarta, Selasa (13/3/2018).

(Baca juga: Pertemuan IMF-Bank Dunia, Garuda Digandeng buat Antisipasi Kekurangan Kursi Penerbangan)

“Kedua negara mulai bersepakat tidak mengurangi jumlah rute penerbangan. Jadi, saling memberikan keuntungan masing-masing,” lanjutnya.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-210346665559669319-411’); });

Dengan demikian, sejumlah maskapai penerbangan dua negara yg belum mempunyai rute dari dan ke Indonesia atau Australia mulai memilikinya.

“Nanti kita mulai sesuaikan dengan swastanya, ya. Misalkan Garuda butuh (penambahan), kita jadi milik ruang itu. Tidak seperti yg lain, kita dibatasi. Kalau ini, Batik, Lion Air, dan Sriwijaya mampu masuk ke Australia dan pasarnya masih bagus,” ujar Budi.

Selain bagi penumpang, menurut rencana, penambahan jumlah rute penerbangan juga mulai diterapkan bagi distribusi barang.

Mengenai rencana tersebut, Budi memastikan bahwa tak ada kendala dan hambatan buat mewujudkannya. Selain penambahan jumlah penerbangan, lanjut Budi, kerja sama yang lain yg mulai dijajaki adalah ekspor ikan dari Indonesia.

“Secara khusus, kita sedang menginisiasi buat mengumpulkan barang-barang di NTT, terutama ikan, buat diekspor ke Australia. Ikannya itu ikan konsumsi, ya,” ujar Budi.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-974648810682144181-4112’); });

TV PT Angkasa Pura II menaikkan tarif pelayanan jasa penumpang udara atau airport tax di Bandara Soekarno-Hatta akan Maret 2018.

Sumber: http://nasional.kompas.com

Post Author: admin