Kebo Bule Keraton Surakarta Siap Ikuti Kirab

Solo – Tujuh kebo bule punya Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat atau biasa disebut dengan kebo Kiai Slamet bersiap mengikuti Kirab Pusaka 1 Suro.

“Kemarin hari Senin dan Selasa telah gladi resik, latihan jalan, hari ini istirahat dan besok bersiap kirab,” kata pawang kebo bule Heri Sulistyo di Solo, Rabu.

Ia menyampaikan dari tujuh tersebut, dua di antaranya jantan dan sisanya betina. Ia menyampaikan ketujuhnya adalah Kiai Apon, Kiai Welas, Kiai Sukro, Kiai Juminten, Kiai Paing, Kiai Jabo dan Kiai Soge.

“Sebetulnya total kebo bule Kiai Slamet punya keraton ada 15 ekor, tapi cuma tujuh yg diikutkan kirab karena ketujuhnya ini telah terbiasa berinteraksi dengan manusia, sedangkan yg yang lain cenderung agak sulit dikendalikan,” katanya.

Nantinya pada kirab tersebut mulai ada 10 petugas yg mengarak kerbau. Menurut dia, 10 petugas ini terbagi dalam dua tim, merupakan Semut Putih dan Semut Hitam.

“Kalau Semut Hitam tugasnya menyediakan pakan bagi kerbau, sedangkan yg putih bertugas membawa pecut yg tugasnya mengawasi para kerbau selama perjalanan,” katanya.

Ia menyampaikan sebelum dikirabkan, tepatnya besok pukul 15.00 WIB ketujuh kerbau ini mulai dimandikan di kandangnya yg ada di kawasan Alun Alun Utara, selanjutnya pada pukul 16.00 WIB kerbau mulai dibawa ke kandang lawas.

Menurut dia, di kandang lawas tersebut kerbau mulai dijamasi dan diberikan sesajen. Untuk sesajen ini disiapkan oleh pihak dalam keraton.

“Selanjutnya, menjelang tengah malam kerbau telah bersiap di Kori Kamandungan buat selanjutnya diikutkan kirab. Untuk kirab, kerbau-kerbau mulai berada di posisi paling depan buat selanjutnya diikuti pusaka-pusaka keraton,” katanya.

Menurut dia, sebelum kirab mulai ada dua ember yg masing-masing berisi air putih dan kopi. Kerbau yg mulai dikirabkan biasanya mulai meminum air putih dan kopi yg telah siapkan tersebut.

“Setelah kerbau minum, biasanya masyarakat mulai berebut sisa minuman air putih dan kopi yg ada di ember. Tetapi kalau si kerbau tak minum ya tak ada yg mengambil air tersebut.

Hingga ketika ini masih ada yg mempercayai bahwa sisa minuman kerbau tersebut mendatangkan berkah, seperti juga kotoran kerbau yg keluar ketika kirab, biasanya juga jadi rebutan,” katanya.

Selanjutnya setelah mengikuti kirab, kerbau mulai dikembalikan ke kandang semula merupakan yg berada di Alun Alun Utara.

Ia menyampaikan biasanya menjelang atau setelah dikirabkan, banyak pengunjung yg tiba ke kandang kebo bule karena memanfaatkan momen Suro.

Editor: Tasrief Tarmizi

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Sumber: http://www.antaranews.com

Post Author: admin