Kejagung Tetapkan Kepala BKKBN Sebagai Tersangka

Jakarta – Penyidik Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (JAM Pidsus) memutuskan Kepala BKKBN berinisial SCS sebagai tersangka dugaan korupsi pengadaan KB II Batang Tiga Tahunan Plus Inserter Tahun anggaran 2014-2015.

“Benar tersangka baru Kepala BKKBN,” kata Direktur Penyidikan (Dirdik) pada JAM Pidsus, Warih Sadono di Jakarta, Jumat.

Dirdik menyebutkan peranan yg bersangkutan dalam perkara tersebut, yakni, mengintervensi proses pengadaan KB II Batang Tiga Tahunan Plus Inserter.

Dari hasil penyidikan, penyidik mendapatkan bukti-bukti hingga memutuskan yg bersangkutan sebagai tersangka, katanya.

Pihaknya menjadwalkan mulai memeriksa Kepala BKKBN tersebut pada minggu depan sebagai tersangka perkara dugaan korupsi yg merugikan keuangan negara Rp27.940.161.935,40 itu.

Kasus itu bermula ketika Satuan Kerja Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi (KB-KR) pada Direktorat Jalur Pemerintah BKKBN Pusat melaksanakan kegiatan pengadaan Susuk KB II/ Implant Batang Tiga Tahunan Plus Inserter, dengan pagu anggaran sebesar Rp191.340.325.000 yg bersumber dari APBN sesuai DIPA BKKBN.

Kemudian, pada ketika proses pelelangan berlangsung, adanya penawaran harga yg dimasukkan oleh para peserta lelang adalah berada dalam sesuatu yakni, PT. Djaya Bima Agung yg juga sebagai peserta lelang sehingga, harga-harga tersebut adalah harga yg tak wajar dan menyebabkan rendahnya tingkat kompetensi.

Sebelumnya penyidik sudah memutuskan tiga tersangka lainnya, yakni, YW pekerjaan Direktur Utama PT. Triyasa Nagamas Farma berdasarkan surat perintah Penyidikan Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Nomor: B-51/F.2/Fd.1/07/2017 tanggal 4 Juli 2017.

LW pekerjaan Direktur PT. Djaja Bima Agung berdasarkan surat perintah Penyidikan Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Nomor: B-52/F.2/Fd.1/07/2017 tanggal 4 Juli 2017.

KT pekerjaan Pegawai Negeri Sipil (Kasi Penyediaan Sarana Program/ mantan Kasi Sarana Biro Keuangan BKKBN) berdasarkan surat perintah Penyidikan Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Nomor: B-53/F.2/Fd.1/07/2017 tanggal 4 Juli 2017.

Tim Penyidik dalam mengungkap perkara itu sudah memeriksa sebanyak 21 saksi.

Editor: Tasrief Tarmizi

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Sumber: http://www.antaranews.com

Post Author: admin