Ketika Kuasa Hukum Novanto Dicecar Kuasa Hukum SBY

JAKARTA, – Wakil Sekjen Partai Demokrat sekaligus kuasa hukum Susilo Bambang Yudhoyono ( SBY), Didi Irawadi Syamsudin, mencecar kuasa hukum Setya Novanto, Firman Wijaya, dalam sebuah diskusi on-air di radio, Sabtu (10/2/2018).

Selama satu segmen, Didi selalu menanyakan pertanyaan yg sama kepada Firman. Adakah Mirwan Amir menyampaikan dalam persidangan bahwa ada intervensi dari partai pemenang pemilu ketika itu dalam proyek Kartu Tanda Penduduk berbasis elektronik (e-KTP).

“Kami melihat apa yg disampaikan bung Firman ini jelas berbeda dari fakta persidangan,” kata Didi.

Menurut Didi, Firman sudah mengembangkan pernyataan Mirwan Amir sedemikian rupa, sehingga mengarah kuat pada dugaan fitnah dan pencemaran nama baik.

Didi menegaskan, pihaknya tak mendengar ada pernyataan Mirwan Amir dalam persidangan, yg menyampaikan adanya intervensi dari partai pemenang pemilu ketika itu.

(Baca juga: Dilaporkan SBY ke Polisi, Apa Tanggapan Firman Wijaya?)

“Jelas pernyataan Bung Firman ini sudah mengembangkan suatu hal yg tak ada konteksnya di dalam persidangan,” kata Didi.

Firman yg menjawab melalui sambungan telefon mengatakan, sebaiknya Didi mengikuti proses persidangan dari awal hingga akhir. Sehingga tak mendapatkan keterangan sepotong-sepotong.

Kemudian, Firman justru bertanya apakah Didi masih berprofesi sebagai pengacara atau tidak. Mendengar, jawaban dari Firman, Didi meminta agar perbincangan tak melebar kemana-mana.

“Daripada melebar kemana-mana, apa kaitannya aku masih pengacara atau tidak, yg pasti aku masih pengacara sampai hari ini. Jawab lalu yg tadi. Adakah saudara Mirwan Amir itu menyampaikan kalimat intervensi dari partai pemenang pemilu?” tanya Didi.

“Saya tanyakan adakah pernyataaan dari Mirwan Amir yg menyebut ada intervensi dari partai pemenang pemilu ketika itu? Harus jawab sekarang biar pendengar clear. Itu lalu dijawab baru kami bicara yg lain,” lanjutnya.

Firman pun menegaskan, bahwa ia mulai membuktikan bahwa pernyataannya tak berbeda dari yg disampaikan Mirwan Amir dalam persidangan.

(Baca juga: Mirwan Amir: Tidak Ada Maksud Saya Memojokkan SBY)

“Ya, ya, ada tak pernyataan itu? Anda harus pastikan ada atau tak Mirwan Amir menyatakan bahwa pemenang pemilu intervensi. Sederhana sekali kan, jangan belok ke kanan-ke kiri,” kata Didi.

Belum juga mendapatkan jawaban yg diinginkan dari Firman, Didi kembali mendesak. Didi bahkan berkali-kali meminta produser program tersebut bagi menayangkan rekaman pernyataan Mirwan Amir di persidangan dan pernyataan Firman di luar persidangan.

Hampir selesai segmen pertama, Firman tidak kunjung memberikan jawaban sebagaimana yg dimau oleh Didi. Firman justru menjelaskan bahwa perkara tindak pidana korupsi e-KTP ini yaitu delik jabatan.

“Bung Firman ini sahabat saya. Tetapi tak mampu menjawab pertanyaan yg paling simpel sekalipun. Bagaimana diskusi dapat berlanjut lebih jauh. Kalau hal yg sederhana saja tak mampu dijawab,” kata Didi.

Ia juga menyindir, bahkan anak SMP pun mampu menangkap maksud dan menjawab pertanyaannya itu.

TV Penasihat hukum Setya Novanto, Firman Wijaya menyatakan tidak ingin proses persidangan masalah korupsi terganggu.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-974648810682144181-4112’); });

Sumber: http://nasional.kompas.com

Post Author: admin