KM Rajawali Tenggelam Di Perairan Selatan Pulau Komodo, Satu ABK Hilang

Kupang – Kapal Motor Rajawali ditumpangi enam orang dalam pelayaran dari Bima, Nusa Tenggara Barat menuju Pulau Komodo tenggelam di perairan selatan Pulau Komodo, Flores, Nusa Tenggara Timur mengakibatkan seorang anak buah kapal dinyatakan hilang.

Kepala Kantor Basarnas Kupang I Nyoman Sidakarya, di Kupang, Rabu, membenarkan terjadi peristiwa kapal tenggelam itu.

“Tim SAR gabungan telah berupaya melakukan pencarian terhadap korban yg masih belum ditemukan hingga sore hari,” kata Nyoman lagi.

Peristiwa itu, menurut Nyoman, bermula saat Kapal Motor Rajawali yg dinakhodai Haji Amir bersama lima anak buah kapal (ABK) berangkat dari Bima dengan tujuan Pulau Komodo.

Ketika datang di wilayah perairan selatan Pulau Komodo, kapal yg ditumpangi enam orang itu diterjang gelombang yg sangat keras dengan ketinggian gelombang mencapai 2 hingga 2,5 meter sehingga menyebabkan kapal tersebut tenggelam.

Anggota Basarnas Pos Labuan Bajo bersama tim SAR gabungan dari unsur TNI, kepolisian serta anggota keluarga para korban segera bergerak cepat menuju lokasi kecelakaan bagi melakukan operasi penyelamatan dan mencari anak buah kapal yg belum ditemukan itu.

“Tim SAR datang di lokasi kejadian sekitar pukuk 17.30 WITA dan segera melakukan penyelamatan terhadap para korban, namun satu korban yg juga ABK KM Rajawali masih belum ditemukan,” kata Nyoman pula.

Upaya pencarian dikerjakan tim SAR hingga pukul 19.00 WITA, namun korban yg belum diketahui identitasnya itu masih belum ditemukan.

“Operasi pencarian terhadap korban yg belum ditemukan dihentikan karena keadaan di lokasi kejadian sangat gelap, sehingga tak memungkinkan melanjutkan pencarian. Kami mulai melanjutkan pencarian Kamis (19/10) pagi,” kata Nyoman lagi.

Editor: B Kunto Wibisono

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Sumber: http://www.antaranews.com

Post Author: admin