KPK Harapkan Anies-Sandi Bekerja Sesuai Amanat

Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengharapkan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan dan Sandiaga Uno yg baru dilantik Presiden Joko Widodo di Istana Negara Senin (16/10) bisa bekerja sesuai dengan amanat.

“Saya kira harapan KPK sama bagi segala kepala daerah yg ada di Indonesia, yakni bekerja sesuai dengan amanat yg memang diatur dan dipilih oleh masyarakat. Jadi, masyarakat yg memilih tentu amanatnya banyak terhadap kepala daerah tersebut,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Jakarta, Senin.

Menurut Febri, ada dua hal yg utama buat KPK terkait kepala daerah yg baru dilantik, baik di DKI Jakarta maupun daerah-daerah lainnya.

“Pertama, semoga dengan terpilihnya kepala daerah baru apakah itu di Jakarta ataupun di daerah-daerah yg lain, upaya pencegahan tindak pidana korupsi mampu jauh lebih kuat. Di DKI kalian beberapa kali melakukan kerja sama soal pencegahan tindak pidana korupsi, harapannya dapat jauh lebih kuat,” tuturnya.

Selanjutnya, kata Febri, di tengah fenomena banyaknya kepala daerah yg diproses hukum karena masalah korupsi, diharapkan hal itu tak terjadi pada segala kepala daerah terpilih ataupun kepala daerah yg mulai mencalonkan sebagai kepala daerah pada Pilkada serentak 2018.

Presiden Joko Widodo melantik Anies-Sandi berdasarkan Surat Keputusan Presiden RI Nomor 83P Tahun 2017.

Pelantikan Anies-Sandi juga dihadiri oleh sejumlah pimpinan lembaga negara termasuk Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Setya Novanto, Ketua Dewan Perwakilan Daerah Oesman Sapta Odang, para pimpinan lembaga negara, para menteri Kabinet Kerja, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, Wakil Ketua Dewan Pembina DPP Partai Gerindra Hashim Djojohadikusumo, serta pejabat lainnya.

Anies Baswedan dan Sandiaga Uno unggul mutlak atas pasangan petahanan Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Syaiful Hidayat di enam kabupaten-kota di segala wilayah ibu kota dalam putaran kedua Pilkada Jakarta.

Secara keseluruhan Anies-Sandi meraih suara 57,96 persen (3.240.987), sedangkan Ahok-Djarot meraih 42,04 persen (2.350.366).

(T.B020/S024)

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Sumber: http://www.antaranews.com

Post Author: admin