KPK Pelajari Pengajuan “Justice Collaborator” Keponakan Setya Novanto

JAKARTA, – Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) sudah menerima pengajuan justice collaborator (pihak yg bekerja sama) oleh tersangka masalah korupsi e-KTP Irvanto Hendra Pambudi Cahyo.

Namun, ketika ini KPK masih mempertimbangkan permintaan keponakan mantan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat yg juga terpidana dalam masalah yg sama, Setya Novanto.

“Seperti yg muncul di fakta persidangan kalian konfirmasi bahwa tersangka IHP (Irvanto Hendra Pambudi) telah mengajukan diri sebagai JC (justice collaborator). Tentunya saja kalian mempertimbangkan dulu,” tutur Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Jakarta, Senin (21/5/2018) malam.

KPK, ucap Febri, harus melihat apakah Irvanto memenuhi syarat-syarat sebagai justice collaborator.

“Mulai dari pengakuan perbuatannya, mengungkap pelaku lain, dan memberikan informasi secara signifikan, itu yg mulai kalian lihat lebih lanjut,” kata Febri.

Baca juga: Setya Novanto dan Keponakan Sebut 5 Politisi Golkar yg Terima Uang E-KTP

Febri menuturkan, sikap konsistensi Irvanto dibutuhkan sampai proses persidangan. Misalnya, kata dia, informasi yg disampaikan di persidangan.

Saat ditanya mengenai kapan permintaan buat jadi justice collaborator diajukan oleh Irvanto, Febri menjawab sudah beberapa waktu yg lalu.

“Dalam proses penyidikan inilah, lebih dari dua pekan lalu,” kata Febri.

Meski demikian, Febri tidak menjelaskan secara rinci apakah KPK menilai bahwa Irvanto sudah mengakui perbuatannya dalam masalah korupsi e-KTP.

“Informasi yg terkait teknis persoalan yang lain aku kira tak tepat ya kalian sampaikan, biarkan teman-teman di penyidikan yg bekerja. Kami ketika ini fokus melakukan pemeriksaan dan analisis terhadap bukti yg telah ada,” kata Febri.

Baca juga: Kenakan Rompi Oranye, Keponakan Setya Novanto Ditahan KPK

Saat ini, dia mengakui bahwa ada sejumlah proses yg harus dilakukan. Jawaban KPK soal justice collaborator itu pun membutuhkan waktu.

Sebab, ketika ini KPK juga menerima sejumlah permintaan justice collaborator dari tersangka atau terdakwa perkara korupsi lainnya.

“Paling dekat mungkin pengajuan terkait Anang (Direktur Utama PT Quadra Solutions Anang Sugiana Sudihardjo), karena beberapa dulu mengajukan JC. Nanti kalian lihat di proses persidangan yg sedang berjalan,” ujar Febri.

Dalam masalah ini, Irvanto diduga menerima total 3,5 juta dollar AS pada periode 19 Januari-19 Februari 2012 yg diperuntukkan buat Setya Novanto.

Uang tersebut yaitu fee sebesar 5 persen buat mempermudah pengurusan anggaran e-KTP.

Irvanto diduga sejak awal mengikuti proses pengadaan e-KTP melalui perusahaannya yakni, PT Murakabi Sejahtera. Dia juga ikut beberapa kali dalam meeting di Ruko Fatmawati bersama tim penyedia barang proyek e-KTP.

Selain itu, Irvanto juga diduga mengetahui adanya permintaan fee sebesar 5 persen buat mempermudah pengurusan anggaran e-KTP.

TV Uang itu diantarkan oleh keponakan Setya Novanto, Irvanto Pambudi, di antaranya kepada para mantan anggota Komisi II dari Fraksi PDI-P, Golkar, dan Demokrat. 

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-974648810682144181-4112’); });

Sumber: http://nasional.kompas.com

Post Author: admin