KPK Periksa Anggota DPR Fayakhun Kasus Korupsi Bakamla

Jakarta – KPK memeriksa anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat dari Fraksi Partai Golkar, Fayakhun Andriadi, dalam penyidikan tindak pidana korupsi terkait proyek pengadaan sistem dan piranti pemantauan satelit di Badan Keamanan Laut pada Tahun Anggaran 2016.

“Yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi buat tersangka Nofel Hasan,” kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, di Jakarta, Selasa.

Selain memeriksa Andriadi, KPK juga dijadwalkan memeriksa Direktur Pertahanan dan Keamanan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, Wisnu Utomo, sebagai saksi juga bagi tersangka Nofel Hasan.

Sebelumnya, KPK sudah mencegah Andriadi dan Managing Director PT ROHDE and SCHWARZ Indonesia, Erwin S Arif, ke luar negeri bagi enam bulan ke depan sejak akhir Juni lalu.

Dalam penyidikan masalah itu, KPK tengah mendalami proses penganggaran pengadaan piranti dan sistem pemantauan satelit di badan itu.

“Kami sedang dalami proses penganggarannya jadi pembahasan terkait dengan Bakamla ini seperti apa, aturan-aturan umum terkait pembahasan anggarannya bagaimana, jadi sedang kalian dalami,” kata Diansyah.

Menurut dia, KPK tak cuma berbicara terkait perkara suapnya saja, namun juga didalami terkait proses penganggaran pemantauan satelit itu.

“Jadi, kalian tak cuma bicara masalah suap yg terkait dengan pengadaan tapi kita juga menggali lebih jauh proses penganggarannya seperti apa,” ucap dia.

Hasan sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK pada 12 April 2017 lalu, yang disebut menerima 104.500 dolar Singapura terkait pengadaan pemantauan satelit senilai total Rp222,43 miliar itu. Mata uang dolar Singapura memiliki pecahan 1.000 dolar Singapura sementara dolar Amerika Serikat cuma 100 dolar. 

Editor: Ade Marboen

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Sumber: http://www.antaranews.com

Post Author: admin