KPK Periksa Tiga Tersangka Kasus Suap Usulan Dana RAPBN-P 2018

JAKARTA, – Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) menjadwalkan pemeriksaan terhadap tiga orang tersangka dalam dugaan suap terkait usulan dana perimbangan keuangan daerah pada RAPBN Perubahan tahun 2018.

Tiga tersangka yg dipanggil adalah mantan anggota Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat Fraksi Demokrat Amin Santono, Direktur CV Iwan Binangkit Ahmad Ghaist, dan pengusaha Eka Kamaludin.

“Ketiganya mulai diperiksa sebagai tersangka,” ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah, ketika dikonfirmasi, Selasa (22/5/2018).

Dalam masalah ini, Amin ditangkap terkait penerimaan hadiah atau janji dalam usulan dana perimbangan keuangan daerah pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan atau APBN-P 2018.

Baca juga: OTT Amin Santono dan Peran Pejabat Kemenkeu dalam Dugaan Suap APBN-P..

Diduga penerimaan total Rp 500 juta bagian dari 7 persen commitment fee yg dijanjikan dari dua proyek di Kabupaten Sumedang senilai Rp 25 miliar.

Amin kemudian meminta komisi tersebut kepada Ahmad Ghaist. Nilai 7 persen dari Rp 25 miliar adalah sebesar Rp 1,7 miliar.

Adapun, yg diduga menjadi perantara Ahmad dengan Amin adalah seorang pengusaha bernama Eka Kamaludin.

Dua proyek itu adalah proyek dinas perumahan, kawasan permukiman dan pertanahan di Kabupaten Sumedang senilai Rp 4 miliar dan proyek di Dinas PUPR Kabupaten Sumedang senilai Rp 21,85 miliar.

Selain itu, KPK juga memutuskan Kepala Seksi Pengembangan Pendanaan Kawasan Perumahan dan Permukiman pada Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan Yaya Purnomo sebagai tersangka.

TV Juru bicara Partai Demokrat Imelda Sari menyatakan, Partai Demokrat mulai mendukung upaya KPK dalam memberantas korupsi .

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-974648810682144181-4112’); });

Sumber: http://nasional.kompas.com

Post Author: admin