KSPI Minta Jatah Menteri Pada Capres Yang Ingin Diusung Di Pemilu 2019

JAKARTA, – Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia ( KSPI) Said Iqbal mengatakan, ketika ini serikat buruh belum menentukan siapa yg mulai mereka dukung buat Pemilihan Presiden 2019.

Meski begitu, pihaknya meminta posisi menteri buat perwakilan buruh sebagai timbal balik seandainya ada calon yg menginginkan dukungan dari serikat buruh.

“Kita minta ditempatkan sebagai menteri. Saya tak malu menyampaikan ini. Daripada pura-pura, minta di belakang,” ujar Iqbal dalam diskusi di Jakarta, Sabtu (31/3/2018).

(Baca juga: Hasanudin: Saya Siap Perjuangkan Kesejahteraan Buruh)

Iqbal mengatakan, hal seperti itu biasa di negara-negara lain. Perserikatan buruh di internasional mendapat posisi utama di pemerintahan karena mendukung calon tertentu.

“Kalau tak mau ngasih menteri, kami tak dukung,” kata Iqbal.

Iqbal mencontohkan, guru honorer masih banyak yg tak diperhatikan nasibnya oleh Kementerian Pendidikan. Guru honorer yg bergabung di KSPI saja ada 1,7 juta orang.

Menurut Iqbal, nasib mereka mulai lebih baik seandainya Menteri Pendidikan berasal dari serikat buruh yg mengerti nasib tenaga honorer.

“Kalau Menteri Pendidikan dari serikat buruh, mulai mampu ngangkat,” kata dia.

(Baca juga: Aktivis HAM dan Buruh Migran Indonesia Kecam Arab Saudi yg Eksekusi Mati Misrin)

 

Oleh karena itu, kata Iqbal, KSPI pasti mulai membuat kontrak politik dengan calon yg mulai diusung. Kontrak politik itu salah satunya juga diterapkan terhadap pasangan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno dalam Pilkada DKI Jakarta 2017.

Calon yg mulai diusung dalam Pemilu 2019 mendatang, kata dia, harus berani mencabut Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2015 Tentang Pengupahan. Peraturan tersebut, kata dia, sangat memberatkan buruh karena memberatkan buruh dari segi upah.

“Upah adalah ukuran. Kalo upah tak diperhatikan, untuk apa kami kerja,” kata Iqbal.

TV Emil Dardak mengunjungi pabrik cerutu di Jember, Jawa Timur.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-974648810682144181-4112’); });

Sumber: http://nasional.kompas.com

Post Author: admin