Lengkapi Bukti TPPU, Pemberkasan First Travel Tertunda

Jakarta – Pelimpahan berkas masalah First Travel (FT) ke Kejaksaan masih tertunda karena belum lengkapnya bukti-bukti terkait dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU).

“(Berkas kasus) FT belum diserahkan ke Kejaksaan. Karena TPPU-nya mau diajukan juga,” kata Kadivhumas Polri Irjen Pol Setyo Wasisto di Mabes Polri, Jakarta, Senin.

Dalam masalah dugaan penipuan dan penggelapan dana pembayaran puluhan ribu calon peserta umrah PT First Anugerah Karya Wisata atau First Travel, polisi sudah memutuskan tiga tersangka, yakni Andika Surachman (Dirut), Anniesa Desvitasari (Direktur) serta Siti Nuraida Hasibuan alias Kiki Hasibuan (Komisaris Utama).

Andika yaitu pelaku penting penipuan, penggelapan dan pencucian uang dalam perkara ini. Sementara Anniesa dan adiknya, Kiki berperan ikut menolong tindak pidana yg dikerjakan Andika.

Penyidik memperkirakan total jumlah peserta yg mendaftar paket promo umrah yg ditawarkan First Travel sejak Desember 2016 hingga Mei 2017 sebanyak 72.682 orang.

Dalam kurun waktu tersebut, jumlah peserta yg telah diberangkatkan 14 ribu orang. Jumlah yg belum berangkat sebanyak 58.682 ribu orang.

Perkiraan jumlah kerugian yg diderita jamaah atas perkara ini sebesar Rp848,7 miliar yg terdiri atas biaya setor paket promo umrah dengan total Rp839 miliar dan biaya carter pesawat dengan total Rp9,5 miliar.

Tersangka Andika Surachman juga tercatat memiliki utang kepada penyedia tiket sebesar Rp85 miliar, utang kepada penyedia visa Rp9,7 miliar, dan utang kepada sejumlah hotel di Arab Saudi sebesar Rp24 miliar.

(T.A064/R010)

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Sumber: http://www.antaranews.com

Post Author: admin