Menurut Sofyan Basir, Eni Maulani Anggota DPR Yang Selalu Berpihak Pada PLN

JAKARTA, – Direktur Utama PT PLN Persero Sofyan Basir menilai, Wakil Ketua Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat Eni Maulani Saragih yaitu anggota Dewan yg suka berpihak pada PLN.

Hal itu membuat Sofyan mau menerima kehadiran Eni ketika tiba ke kediamannya bersama pengusaha Johannes Budisutrisno Kotjo.

Demikian dikatakan Sofyan ketika bersaksi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Selasa (12/2/2019).

Sofyan bersaksi buat terdakwa mantan Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Idrus Marham.

“Beliau sebagai Wakil Ketua Komisi VII yg di mana ketika kita meeting dengar pendapat (RDP), dia terus berpihak pada PLN,” ujar Sofyan kepada jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Baca juga: Direktur PLN Akui Eni Maulani Minta Proyek PLTU Riau Masuk Program Prioritas

Menurut Sofyan, Eni terus menanggapi positif terkait kebijakan dan usulan yg dikeluarkan PT PLN. Misalnya, terkait batubara dan tarif energi baru terbarukan.

Pada Juni 2018, Sofyan mengakui bahwa Eni bersama Kotjo pernah tiba ke kediamannya. Eni dan Kotjo tiba bersama Idrus Marham yg ketika itu menjabat sebagai Menteri Sosial.

Dalam meeting itu, Kotjo kembali membicarakan mengenai proyek PLTU di Riau.

Meski demikian, Sofyan memastikan tak ada permintaan PLN dalam kontrak kerja sama yg dikurangi karena pertemuan-pertemuan itu.

“Ini lah mengapa kita sangat menghargai kawan-kawan di sana (DPR), termasuk Bu Eni. Karena hubungan sosial dan mitra kerja, ya kita temui,” kata Sofyan.

Baca juga: Eni Maulani Kecewa Permohonan Justice Collaborator Ditolak KPK

Dalam perkara ini, Idrus didakwa menerima suap Rp 2,250 miliar. Idrus didakwa melakukan perbuatan bersama-sama dengan Eni Maulani Saragih.

Menurut jaksa, pemberian uang tersebut diduga agar Eni menolong Kotjo mendapatkan proyek Independent Power Producer (IPP) Pembangkit Listrik Tenaga Uap Mulut Tambang (PLTU) Riau 1.

Proyek tersebut rencananya mulai dilakukan PT Pembangkitan Jawa Bali Investasi (PT PJBI), Blackgold Natural Resources dan China Huadian Engineering Company Ltd yg dibawa oleh Kotjo.

Sumber: http://nasional.kompas.com

Post Author: admin