Menurut Wakapolri, Penghentian Kasus Rizieq Shihab Sesuai Hukum

JAKARTA, – Wakil Kepala Kepolisian RI Komjen Syafruddin enggan berkomentar banyak terkait terbitnya surat penghentian penyidikan masalah (SP3) perkara chat berkonten pornografi yg sempat menjerat pimpinan FPI Rizieq Shihab.

Namun, ia menekankan, penerbitan suatu SP3 dikerjakan berdasarkan prosedur hukum yg berlaku.

Selain itu, Syafruddin meyakini penyidik memiliki alasan kuat sesuai hukum buat menghentikan penyidikan perkara.

“Saya percaya bahwa itu adalah tentu menjadi milik alasan dan pandangan tertentu atau alasan kuat sesuai hukum oleh para penyidik,” ujar Syafruddin ketika ditemui di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), Jakarta Selatan, Minggu (17/6/2018).

Baca juga: Polri: Kasus Rizieq Dihentikan Berdasarkan Permohonan Pengacara

Wakil Kepala Kepolisian RI (Wakapolri) Komjen Pol Syafruddin/KRISTIAN ERDIANTO Wakil Kepala Kepolisian RI (Wakapolri) Komjen Pol Syafruddin

Syafruddin mengatakan, penyidik memiliki kewenangan buat menerbitkan SP3.

Berdasarkan pasal 109 ayat (2) Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) alasan penghentian penyidikan diatur secara limitatif.

Baca juga: Perjalanan Kasus Rizieq, Penodaan Pancasila hingga Chat WhatsApp yg Berujung Dihentikan

SP3 mampu dihentikan apabila tak diperoleh bukti yg cukup, peristiwa yg disangkakan bukan yaitu tindak pidana, nebis in idem, tersangka meninggal dunia dan kasus pidana sudah kedaluwarsa.

“Saya perlu menekankan bahwa seluruh proses hukum dalam kerangka criminal justice system Indonesia itu adalah, khususnya penyidikan itu, ada di penyidik. Bukan domainnya pimpinan Polri,” kata Syafruddin.

“Apapun yg dikerjakan oleh penyidik tentu adalah kewenangan mereka,” tambah dia.

Syafruddin enggan menjawab ketika ditanya apakah penerbitan SP3 perkara Rizieq Shihab disebabkan adanya permintaan dari kuasa hukum.

“Saya cuma yakin dengan penyidik. Saya tak ada urusannya dengan pengacara,” ujar Syafruddin.

Baca juga: Pengacara: SP3 Kasus Rizieq Tak Ujug-ujug, Ini Setahun Perjuangan

Sebelumnya, Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Mohammad Iqbal mengatakan, pihaknya menghentikan perkara chat mesum yg sempat menjerat Rizieq Shihab setelah menerima permintaan resmi dari pengacara.

“Karena ada surat permintaaan SP3 (penghentian) resmi dari pengacara,” ujar Iqbal ketika dihubungi, Minggu.

Ia mengatakan, setelah permohonan SP3 dilayangkan, penyidik melakukan gelar masalah masalah ini.

Menurut penyidik, masalah tersebut belum cukup bukti karena belum ditangkap penggunggah konten pornografi tersebut.

Akhir Januari 2017, jagat media sosial dihebohkan dengan tersebarnya screenshot percakapan via WhatsApp berkonten pornografi yg diduga melibatkan Rizieq Shihab dan Firza Husein.

Percakapan itu pertama kali diketahui dari situs baladacintarizieq.com.

Kepolisian sebelumnya juga mengentikan perkara dugaan penistaan Pancasila yg juga sempat menjerat Rizieq.

Kasus itu dilaporkan Sukmawati Soekarnoputri. Polisi sudah mengeluarkan SP3 sejak akhir Februari 2018

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-974648810682144181-4112’); });

Sumber: http://nasional.kompas.com

Post Author: admin