Meski Izin Dicabut, First Travel Tetap Wajib Umrahkan Korban

DEPOK, — Setelah pimpinan First Travel ditangkap, Kementerian Agama mencabut izin operasional perusahaan itu pada 1 Agustus 2017.

Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Arfi Hatim menyebut, First Travel tetap mengemban beban bertanggung jawab terhadap calon jemaah yg telantar akibat masalah penipuan dan penggelapan oleh perusahaan penyedia jasa umrah itu.

Dalam diktum disebutkan, pencabutan izin tak menghilangkan kewajiban First Travel terhadap korban.

“Penjatuhan sanksi administrasi itu tak menghilangkan kewajiban terhadap jemaah, baik buat memberangkatkan dengan penyelenggara yang lain maupun refund buat jemaah yg minta dananya dikembalikan,” ujar Arfi di Pengadilan Negeri Depok, Senin (9/4/2018).

(Baca juga: Kemenag Sebut Harga Paket Umrah First Travel Rp 14,3 Juta Tak Rasional)

Arfi mengatakan, transaksi dikerjakan antara pihak First Travel sebagai penyelenggara dan jemaah.

Jadi, yg memiliki hak menerima pendaftaran dan memberangkatkan jemaah adalah penyelenggara itu sendiri.

Namun, mengingat izin First Travel sudah dicabut, calon jemaah mampu diberangkatkan melalui perusahaan perjalanan umrah lainnya.

“Kami kembalikan kepada manajemen First Travel atas diktum yg ada dalam ketetapan itu,” kata Arfi.

(Baca juga: Saksi Sebut Transaksi Keuangan di 24 Rekening First Travel Capai Rp 6 Triliun)

Sementara itu, kata Arfi, Kementerian Agama tak memiliki kewenangan memberangkatkan korban.

Dalam masalah ini, yg dapat dikerjakan Kementerian Agama antara yang lain berkoordinasi dengan Bareskrim Polri bagi memberi data dan memfasilitasi donatur yg ingin memberangkatkan korban First Travel.

Hingga ketika ini, pihaknya masih berkomunikasi dengan komunitas korban First Travel.

“Mereka masih meminta difasilitasi. Mereka demo, kalian terima. Ada beberapa tuntutan lawyer dan jemaah FT, kalian terima. Tuntutan kalian sampaikan kepada pimpinan,” kata Arfi.

(Baca juga: Ada Miliaran Rupiah bagi Biaya Bos First Travel Pelesir Keliling Eropa)

Sebelumnya, jaksa penuntut umum mendakwa Direktur Utama First Travel Andika Surachman, Direktur First Travel Anniesa Hasibuan, dan Kepala Divisi Keuangan First Travel Siti Nuraidah Hasibuan alias Kiki melakukan penipuan atau penggelapan dana perjalanan umrah 63.310 anggota calon jemaah yg hendak memakai jasa biro perjalanan mereka.

Ketiga orang itu dianggap memakai dana calon jemaah Rp 905 miliar.

First Travel menawarkan paket promo umrah murah seharga Rp 14,3 juta. Mereka menjanjikan calon jemaah diberangkatkan satu tahun setelah pembayaran dilunasi.

Pada kenyataannya, hingga dua tahun berlalu, korban tidak kunjung diberangkatkan.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-974648810682144181-4112’); });

TV Jaksa menghadirkan Esti Agustin dalam sidang lanjutan perusahaan perjalanan umrah First Travel di Pengadilan Negeri Depok.

Sumber: http://nasional.kompas.com

Post Author: admin