Museum Batak Pusat Pembelajaran Budaya Batak

Jakarta – Museum Pusaka Batak Toba dan Pusat Studi Budaya Batak yg diresmikan oleh Pemerintah Kabupaten Samosir, Sumatera Utara, pada 12 Oktober dahulu diharapkan menjadi pusat pembelajaran budaya Batak.

“Kami berharap dengan berdirinya museum dan pusat studi ini, maka bisa menjadi pembelajaran buat setiap orang yg ingin belajar mengenai budaya batak,” ujar pengurus Yayasan Museum Pusaka Batak Toba dan Pusat Studi Budaya Batak, BD Simanjorang, di Jakarta, Sabtu.

Dengan berdirinya museum yg sudah berbadan hukum ini, lanjut dia, mampu mendukung upaya pemerintah daerah bagi menjadikan kawasan Danau Toba menjadi daerah tujuan wisata.

“Untuk mencapai tujuan itu, maka perlu dibuat kurikulum pelajaran budaya berjenjang, baik menurut umur maupun tingkat kesulitan.”

Menurut Simanjorang, latar belakang pendirian museum ini bermula sejak awal 90-an lalu. Di mana, Samosir adalah wilayah yang berasal muasal orang Batak yg mempunyai budaya yg kaya.

Namun, seiring perkembangan zaman, budaya Batak akan terkikis dan hampir punah. Berwal dari keprihatinan inilah ada seorang cendekiawan dari Belanda yg mengumpulkan barang-barang pusaka yg masih dapat diselamatkan. Kemudian, barang-barang bernilai sejarah itu dipelihara yg dikelola Yayasan Museum Pusaka Batak Toba dan Pusat Studi Budaya Batak sejak 27 Juni 1997.

Koleksi museum yg dapat dilihat adalah gambar-gambar besar tentang kehidupan orang batak. Alat rumah tangga, alat musik, alat tenun, alat perang, dan alat lainnya.

Sebagai tindak lanjut dari UU Nomor 11 Tahun 2010 tentang cagar budaya dan PP Nomor 66 Tahun 2015 tentang museum, museum ini sudah memperoleh Pengesahan Badan Hukum sesuai Surat Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia RI Nomor : AHU.0008909.AH.01.04 Tahun 2017 tanggal 24 Mei 2017.

(T.I025/B012)

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Sumber: http://www.antaranews.com

Post Author: admin