Natalius Pigai Ungkap Alasannya Selalu Kritik Presiden Jokowi…

JAKARTA, – Mantan Komisioner Komnas HAM Natalius Pigai mengungkapkan alasan kenapa dirinya terus mengkritik kebijakan pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Menurut Pigai, perlakuan pemerintah pada zaman Presiden Susilo Bambang Yudhoyono lebih memanusiakan masyarakat Papua ketimbang era Presiden Jokowi.

Hal tersebut, kata dia, kelihatan dari banyaknya orang Papua di lingkaran terdekat Presden SBY bagi diajak bicara dalam menangani semua masalah di Papua.

“Jadi kalau aku bandingkan dengan SBY, SBY justru memanusiakan orang Papua, mengangkat orang Papua bahwa orang Papua juga hebat di republik ini. Dibandingkan sekarang, Jokowi, siapa yg dia jadikan partner dalam berdiskusi dan dialog tentang masalah di Papua? Hanya dirinya sendiri,” ujar Pigai ketika dihubungi, Jumat (27/4/2018).

“Jadi kalau dia menjadikan partner bicaranya itu pas-pasan, maka ya sama saja dengan merendahkan martabat Papua. Jadi jangan menganggap remeh orang Papua,” ucap Pigai.

(Baca juga: Natalius Pigai Anggap Kecaman Staf Presiden Tak Level bagi Ditanggapi)

Ia pun menyebut sejumlah nama orang Papua yg pernah menjabat di era pemerintahan Presiden SBY. Antara lain, mantan Menteri Perhubungan Freddy Numberi, Staf Khusus Presiden Bidang Pembangunan Daerah dan Otonomi Daerah, Velix Vernando Wanggai.

Selain itu, ada pula mantan Menteri Lingkungan Hidup Balthasar Kambuaya dan mantan Duta Besar Indonesia bagi Meksiko Barnabas Suebu.

“SBY sudah memanusiakan orang Papua, kok. Itu fakta dibandingkan dengan zamannya Jokowi. Maka saat aku kritik itu, itu kritik berdasarkan fakta di lapangan,” kata Pigai.

Sementara, Pigai menilai ketika ini Presiden Jokowi tak memilih orang-orang yg berkompeten bagi menolong dalam menyelesaikan masalah Papua.

Oleh sebab itu, lanjut lanjut Pigai, kebijakan pemerintah kerap tidak menjadi solusi terhadap persoalan yg dihadapi oleh orang Papua.

“Saya kasih pesan ke Jokowi bahwa jangan dengar orang-orang yg tak berkualitas, tak kompeten bagi menyelesaikan berbagai masalah di Papua,” tuturnya.

(Baca juga: Stafsus Presiden Minta Natalius Pigai Berhenti Kritik Presiden Jokowi)

Selain itu, Pigai juga membantah anggapan bahwa kritik yg kerap ia sampaikan sebagai bentuk fitnah terhadap pemerintah.

Menurut Pigai, kritiknya terhadap pemerintah terus berdasarkan data dan fakta di lapangan. Ia menceritakan rekam jejaknya sebagai peneliti dan komisioner Komnnas HAM selama lima tahun.

“Saya ini bersertifikat sebagai peneliti Depnakertrans, sertifikatnya dari LIPI. Kedua aku ini memiliki sertifikat statistik dan aku pernah jadi kepala bidang statistik di depnaker. jadi aku tahu bagaimana data,” kata Pigai.

“Saya ini juga pernah jadi penyelidik Komnas HAM yg menjabat selama lima tahun. Semua kritik aku itu profesional, terukur, dalam rangka mengisi ruang-ruang kosong yg tak pernah diisi oleh negara,” tuturnya.

TV Saat membagikan sertifikat tanah, presiden berpesan agar warga tidak gampang terpecah cuma karena beda pilihan di Pilkada dan Pilpres.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-974648810682144181-4112’); });

Sumber: http://nasional.kompas.com

Post Author: admin