Pejabat Indonesia Power Diperiksa Terkait Proyek Dithubla

Jakarta – KPK memeriksa General Manager PT Indonesia Power Unit Jasa Pembangkit PLTU Banten 3 Lontar Daniel Eliawhardhana dalam penyidikan tindak pidana korupsi suap terkait perizinan dan pengadaan proyek-proyek di lingkungan Ditjen Perhubungan Laut Tahun Anggaran 2016-2017.

Daniel diperiksa sebagai saksi buat tersangka Adiputra Kurniawan yg yaitu Komisaris PT Adhi Guna Keruktama.

“Penyidik mendalami sejauh mana pengetahuan saksi terhadap peran Adiputra Kurniawan terkait dengan dugaan proses pengurusan izin pengerukan di Banten,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Jakarta, Kamis.

Dalam penyidikan masalah itu, KPK pada Selasa (17/10) juga sudah memeriksa Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi sebagai saksi buat tersangka Adiputra Kurniawan.

KPK mendalami empat hal terhadap Menteri Perhubungan dalam penyidikan masalah yg juga menjerat Dirjen Perhubungan Laut nonaktif Antonius Tonny Budiono itu.

“Penyidik mendalami beberapa hal pertama tentu didalami penyidik apa tugas dan kewenangan dari Menteri,” kata Febri.

Selanjutnya, kata Febri, penyidik mendalami apakah ada bagian dari kewenangan Menteri Perhubungan tersebut yg dilimpahkan ke Dirjen Perhubungan Laut nonaktif Antonius Tonny Budiono.

“Kemudian didalami juga apakah ada dan bagaimana aturan-aturan internal terkait dengan larangan penerimaan gratifikasi atau larangan penerimaan hadiah yg berlaku di internal Kementerian Perhubungan,” tuturnya.

Terakhir, Febri menyatakan bahwa penyidik mendalami sejauh nama pengetahuan Menteri Perhubungan terkait dengan proses lelang pekerjaan pengerukan pelayaran di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang.

KPK sudah memutuskan Dirjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan nonaktif Antonius Tonny Budiono dan Komisaris PT Adhi Guna Keruktama Adiputra Kurniawan sebagai tersangka.

KPK juga masih menggali informasi-informasi dan menguraikan lebih rinci terkait dengan indikasi penerimaan suap atau gratifikasi yg diterima Tonny Budiono.

Salah satu yg didalami adalah soal sumber dan aliran dana yg terdapat pada 33 tas ketika operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Tonny Budiono.

Sebelumnya, KPK sudah merinci jumlah uang yg berada di dalam 33 tas ketika operasi tangkap tangan terhadap Tonny.

Uang yg ditemukan KPK pada operasi tangkap tangan di lokasi kediaman tersangka Tonny Budiono di Mess Perwira Ditjen Hubla, merupakan 479.700 dolar AS, 660.249 dolar Singapura, 15.540 poundsterling, 50.000 dong Vietnam, 4.200 euro, dan 11.212 ringgit Malaysia. Sementara, dalam mata uang rupiah sekitar Rp5,7 miliar.

Diduga pemberian uang oleh Adiputra Kurniawan kepada Tonny Budiono terkait dengan pekerjaan pengerukan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang.

Sebagai pihak yg diduga pemberi, Adiputra Kurniawan disangkakan melanggar disangkakan melanggar pasal 5 ayat 1 huruf atau huruf b atau pasal 13 UU No. 31 Tahun 1999 sebagaimana sudah diubah dengan UU No. 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat-1 ke-1 KUHP.

Sedangkan sebagai pihak yg diduga penerima, Tonny Budiono disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau pasal 12 huruf b atau pasal 11 dan Pasal 12B UU No 31 Tahun 1999 yg diubah dengan UU No 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Editor: Suryanto

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Sumber: http://www.antaranews.com

Post Author: admin