Pemilik 12 Ton PCC Terjerat Sejumlah Kasus

Batam – Kapolda Kepri Irjen Pol Sam Budigusdian menyampaikan MA, pemilik sekitar 12 ton bahan pebuat tablet PCC yg diamankan di Bintan, Kepri juga terjerat sejumlah masalah kejahatan lain.

“Pemilik barang ini juga terjerat beberapa kasus. Kasus-kasus itu ketika ini tengah ditangani Bareskrim Polri,” kata Sam ketika ekpos perkembangan perkara tersebut di Mapolda Kepri, Batam, Rabu.

Dalam ekpos tersebut Polda Kepri mendatangkan lima dari enam tersangka. Satu orang yg tak mampu didatangkan adalah MA karena sedang menjalani pemeriksaan oleh Bareskrim Polri.

“MA selaku pemilik barang ketika ini sedang menjalani pemeriksaan di Bareskrim Polri. Jadi lima tersangka yg dapat dihadirkan pada kesempatan ini,” kata dia.

Ia mengatakan, perkara kepemilikan sekitar 12 ton bahan pembuat PCC yg dikemas dalam 480 drum warna biru tersebut masih selalu dikembangkan.

“Kami mulai membentuk tim khusus buat menangani masalah ini. Termasuk bagaimana barang tersebut dapat masuk ke Batam sebelum akhirnya dapat dibawa ke Bintan buat dikirim ke Jakarta melalui jalur laut,” kata Sam.

Sam mengatakan, telah ada intruksi dari Mabes Polri agar perkara tersebut diungkap mengingat juga telah dikerjakan penggerebekan pabrik PCC pada sejumlah daerah lain.

Dalam perkara tersebut, selain sudah ditetapkan enam tersangka petugas juga menyita 480 drum berwarna biru berisi serbuk berwarna putih yg diduga bahan baku obat dengan total berat keseluruhan 12 ton.

Selain itu juga disita tiga unit truk yg digunakan sebagai alat angkut barang yg dalam dokumen impor disebutkan sebagai suku cadang kendaraan bermotor serta tujuh telepon gengam punya pelaku.

Untuk pelaku dikenakan Pasal 197 UU RI No.36 tahun 2009 tentang Kesehatan, ancaman hukuman 15 tahun penjara atau denda Rp1.500.000.000, serta Pasal 61 dan 62 UU RI No.5 tahun 1997 tentang Psikotropika, dengan ancaman 5 tahun penjara atau denda Rp100.000.000.

Editor: B Kunto Wibisono

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Sumber: http://www.antaranews.com

Post Author: admin