Pendaki Asal Surabaya Meninggal Di Gunung Semeru

Lumajang – Pendaki yang berasal Kota Surabaya bernama Muhammad Ridwan meninggal dunia setelah tertimpa batu ketika perjalanan turun dari puncak Gunung Semeru yg memiliki ketinggian 3.676 meter dari permukaan laut pada Selasa (12/9).

“Korban berhasil dievakuasi dari Pos Kalimati menuju ke Resort Ranupani pada Rabu sekitar pukul 13.30 WIB, kemudian diperiksa oleh bidan desa setempat dan dinyatakan telah meninggal dunia,” kata Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah III Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) Budi Mulyanto ketika dihubungi di Lumajang, Jawa Timur, Rabu malam.

Ia menyampaikan korban meninggal dunia setelah turun dari puncak karena tertimpa batu yg jatuh dari atas di kawasan sekitar Watu Gede yg yaitu jalur antara Pos Kalimati dengan puncak Gunung Semeru (Mahameru) pada Selasa (12/9) sekitar pukul 09.15 WIB.

“Bongkahan batu tersebut mengenai kepala korban hingga tak sadarkan diri, kemudian mengalami pendarahan di bagian telinga, mulut, hidung dan bagian luka, sehingga korban dibawa turun oleh rekan-rekannya hingga datang di Pos Kalimati pada Selasa (12/9) sekitar pukul 17.00 WIB,” tuturnya.

Setelah datang di Pos Kalimati, rekan korban melaporkan kejadian tersebut kepada petugas TNBTS di Pos Ranupani dan ditindaklanjuti dengan mempersiapkan tim evakuasi menuju Pos Kalimati pada Rabu pagi.

“Korban berhasil dievakuasi turun dari Kalimati ke Pos Ranupani dan selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit Umum Haryoto Lumajang bagi divisum. Setelah divisum, pihak TNBTS menyerahkan jenazah pendaki Semeru kepada keluarga korban buat dibawa ke rumah duka di Krembangan Bakti Gang 6 No. 27 A, Kelurahan Kemayoran, Kecamatan Krembangan, Kota Surabaya,” katanya.

Budi menyampaikan petugas TNBTS telah memberikan imbauan kepada para pendaki terkait dengan batas aman jalur pendakian Gunung Semeru yakni 1 kilometer dari kawah aktif sesuai dengan rekomendasi PVMBG, sehingga pendakian disarankan hingga batas Pos Kalimati.

“Bahkan ketika dikerjakan brifing kepada para pendaki yg mulai naik gunung tertinggi di Pulau Jawa itu telah diberikan gambaran tentang aktivitas Gunung Semeru yg masih aktif dan berstatus waspada itu, sehingga pendaki dilarang keras naik ke Mahameru karena sangat berbahaya,” ujarnya.

Pihak TNBTS juga telah memasang rambu-rambu peringatan bagi tak naik ke puncak Semeru dan membuat pengumuman batas pendakian gunung yg memiliki ketinggian 3.676 mdpl itu cuma Kalimati saja, namun masih banyak pendaki yg nekat menerobos naik ke Mahameru.

(T.KR-ZUM/I007)

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Sumber:

http://www.antaranews.com/berita/652484/pendaki-asal-surabaya-meninggal-di-gunung-semeru

Post Author: admin