Penyidik Polri Sulit Dapatkan Keterangan Dari Novel

Jakarta – Polri menyayangkan sikap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan yg tak mau bekerja sama dengan baik saat diperiksa oleh penyidik Polri ketika menjalani pemeriksaan.

Pasalnya dalam dua kali perjalanan penyidik Polri ke Singapura guna meminta informasi Novel, tak ada informasi yg mampu didapatkan dari Novel.

“Yang dia (Novel) sampaikan ke beberapa media, majalah Time, beberapa media nasional, media lokal, kita mencoba konfirmasikan dengan mengirim penyidik ke Singapura. Penyidik menanyakan kepada Novel tentang apa yg dia sampaikan ke media-media tersebut. Tapi tak mendapat jawaban,” kata Kepala Biro Penerangan (Karopenmas) Polri Brigjen Pol Rikwanto di Mabes Polri, Jakarta, Senin.

Polri berharap Novel mau bekerja sama dengan penyidik bagi mengungkap masalah yg membuat dirinya menjadi korban.

“Kami tak tahu sesignifikan apa infonya karena kita belum dapatkan informasi yg segera dari Novel maupun informasi tak langsung,” katanya.

Ia menegaskan bahwa tak ada niat Polri bagi memperlambat atau tak bersungguh-sungguh dalam mengungkap masalah Novel tersebut.

Menurut dia, ketika ini, baik penyidik Polda Metro Jaya maupun penyidik Bareskrim selalu berupaya menyelidiki perkara ini.

Pihaknya mengakui bahwa hingga ketika ini belum ada titik terang mengenai pelaku penyiraman.

“Pelakunya masih blank. Belum ada bukti cukup kuat buat memutuskan seseorang sebagai pelaku,” katanya.

Pihaknya pun mengimbau sejumlah pihak yg mengetahui keterangan mengenai dugaan pelaku agar mengatakan kesaksian kepada penyidik Polri ataupun ke KPK.

“Siapapun yg milik keterangan bagus mengenai siapa pelakunya, infokan ke penyidik buat didalami. Kalau ke penyidik kurang berkenan, silakan sampaikan ke KPK,” katanya.

Novel Baswedan disiram air keras oleh dua orang pengendara motor di dekat rumahnya pada 11 April 2017 seusai shalat subuh berjamaah di Masjid Al-Ihsan dekat rumahnya. Mata Novel pun mengalami kerusakan sehingga ia harus menjalani perawatan di Singapore National Eye Centre (SNEC) sejak 12 April 2017.

Editor: B Kunto Wibisono

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Sumber: http://www.antaranews.com

Post Author: admin