Politisi Golkar Charles Mesang Dimasukkan Ke Lapas Sukamiskin

Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengeksekusi anggota Komisi IX 2009-2014 dari Fraksi Partai Golkar Charles Jones Mesang ke Lapas Sukamiskin Bandung, Jawa Barat, pada Rabu (27/9).

“Hari ini dikerjakan eksekusi terhadap Charles Jones Mesang ke Lapas Sukamiskin,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Jakarta, Rabu (27/9) malam.

Sebelumnya, Charles Jones Mesang divonis 4 tahun penjara ditambah denda Rp200 juta subsider 2 bulan kurungan karena terbukti menerima suap terkait penambahan anggaran dana tugas pembantuan tahun 2014 di Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi pada ketika itu.

“Mengadili, menyatakan terdakwa Charles Jones Mesang terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama. Menjatuhkan pidana penjara kepada terdakwa selama 4 tahun ditambah denda Rp200 juta dengan ketentuan bila tak dibayar diganti pidana kurungan selama 2 bulan kurungan,” kata Ketua Majelis hakim Hariono di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Kamis (7/9) lalu.

Vonis itu lebih rendah dibanding tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK yg menuntut agar Charles 5 tahun penjara ditambah denda Rp300 juta subsider 4 bulan kurungan.

Dalam kasus ini, mantan Dirjen Pembinaan dan Pengembangan Kawasan Transmigrasi (P2KTrans) Jamaluddien Malik dan Achmad Said meminta bantuan Charles bagi memperjuangkan anggaran tugas pembantuan 2014 di Komisi IX dan Badan Anggaran.

Agar proses pembahasan lancar, Charles menjanjikan mulai memberikan sejumlah uang kepada beberapa anggota komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat dan bagi merealisasikannya terdakwa meminta fee terhadap Achmad Said Hudri sebesar 6,5 persen dari jumlah anggaran yg mulai diterima Ditjen P2KTrans. Fee itu mulai dibagikan kepada anggota badan anggaran sebesar 5 persen, anggota Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat sebesar 1 persen, dan bagi Charles 0,5 persen.

Realiasi yg diberikan melalui Achmad Said Hudri, Jamaluddien Malik, Syafruddin dan Sudarti dari 16 kepala dinas yg membidangi transmigrasi atau penyedia barang/jasa pada beberapa daerah seluruhnya berjumlah Rp14,65 miliar dengan jumlah bervariasi antara Rp200 juta hingga Rp3,4 miliar sehingga total berjumlah Rp9,75 miliar.

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Sumber: http://www.antaranews.com

Post Author: admin