Puan Pastikan Penanganan Kekerdilan Juga Entaskan Kemiskinan

Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani memastikan penanganan persoalan kekerdilan pada anak atau “stunting” juga mulai mengentaskan kemiskinan di desa-desa.

“Jika telah ditetapkan mana saja desa di kabupaten itu, dengan program-program yg telah dimiliki oleh kementerian-lembaga negara tadi, bukan tak mungkin kalau program intervensi penangan stunting ini bisa menjadi program pengentasan kemiskinan di desa-desa,” kata Puan dalam pertemuan koordinasi tingkat menteri tentang penanganan kekerdilan di kantor Kemenko PMK Jakarta, Rabu.

Menurut Puan, pembangunan sarana sanitasi, embung desa, sarana air bersih, PAUD, Polindes dan sebagainya mampu dimanfaatkan tak cuma buat melakukan pencegahan tapi juga mampu akan membudayakan gerakan hidup bersih dan sehat.

Program intervensi penanganan kekerdilan pada anak menyasar delapan kabupaten bagi tahun 2017.

Sementara itu, program intervensi penanganan kekerdilan di tahun 2018 mulai menyasar 100 kabupaten-kota.

“Pada dasarnya segala kementerian dan lembaga telah milik program intervensi penanganan stunting. Yang terpenting sekarang adalah kalian harus menentukan dengan jelas mana saja desa yg menjadi lokasi sasaran program intervensi ini,” tutur Menko PMK.

Desa yg mulai ditentukan menjadi sasaran program intervensi adalah desa yg milik angka kekerdilan tinggi dan kekurangan sarana sanitasi, air bersih serta fasilitas layanan kesehatan.

Prevalensi anak yg mengalami kekerdilan di Indonesia tercatat 27,5 persen pada 2016. Angka tersebut sudah mengalami penurunan dari tahun-tahun sebelumnya dan lebih rendah dari target penurunan stunting yg sebesar 28 persen.

“Meskipun menurun, stunting tetap jadi persoalan serius buat kita,” tegas Menko PMK. Badan Kesehatan Dunia (WHO) memutuskan angka prevalensi kekerdilan maksimal 20 persen.

Editor: Aditia Maruli

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Sumber: http://www.antaranews.com

Post Author: admin