Ridwan Kamil Dilaporkan Ke Bawaslu Atas Dugaan Kampanye Di Luar Jadwal

JAKARTA, – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dilaporkan ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) atas dugaan kampanye di luar jadwal.

Pelapor adalah Tim Advokat Indonesia Bergerak (TAIB). Mereka menuding Ridwan Kamil melakukan kampanye metode meeting umum yg dinilai baru boleh dikerjakan 21 hari jelang masa tenang, merupakan 24 Maret-13 April 2019.

Kampanye tersebut, menurut pelapor, dikerjakan ketika Ridwan Kamil menghadiri peringatan hari lahir ke-93 NU dan Muslimat NU, di Lapangan Merdeka Kerkop, Kabupaten Garut, Sabtu (9/2/2019).

Acara tersebut digelar bersamaan dengan deklarasi dukungan terhadap pasangan Jokowi-Ma’aruf Amin dari relawan Jokowi Garut (Jogar).

Baca juga: 6 Fakta Kasus Ketum PA 212 Jadi Tersangka, Sudah Diingatkan Bawaslu dan Polisi hingga Ditangani Polda Jateng

Menurut pelapor, berdasarkan rekaman video yg jadi bukti pelaporan, Ridwan Kamil kelihatan melakukan orasi politik di hadapan massa.

Orasi tersebut, “Oleh karena itu, kalau aku teriak Garut, teriak juara. Saya teriak Jabar, teriak juara. Saya teriak 01, teriak juara“.

Seruan Ridwan Kamil itu diikuti teriakan massa yg hadir.

“Atas perbuatan Saudara Ridwan Kamil tersebut, menurut ketentuan hukum yg berlaku adalah tak mampu dibenarkan, dan patut diduga yaitu pelanggaran kampanye,” kata anggota TAIB, Muhajir, di Kantor Bawaslu, Jakarta Pusat, Kamis (12/2/2019).

Muhajir mengatakan, berdasarkan Undang-Undang Pemilu, kampanye yaitu kegiatan peserta pemilu atau pihak yang lain yg ditunjuk oleh peserta pemilu bagi meyakinkan pemilih dengan menawarkan visi, misi, program, dan atau citra diri peserta pemilu.

Baca juga: Bawaslu: Kami Telah Peringatkan supaya Tak Ada Kampanye di Tabligh Akbar Slamet Maarif

 

Pernyataan Ridwan Kamil yg menyebut ‘nomor 01’ dalam orasi dinilai mengandung citra diri pasangan Jokowi-Ma’ruf sebagai paslon nomor urut 01.

Artinya, kegiatan tersebut mampu diduga sebagai bentuk kampanye meeting umum.

“Hal tersebut yaitu pelanggaran kampanye karena buat ketika ini adalah masih dalam jadwal masa kampanye rapat terbatas dan tatap muka (di tempat tertutup), dan bukannya pelaksanaan kampanye melalui meeting umum (ditempat terbuka),” ujar Muhajir.

Pelapor berharap, Bawaslu bisa menindaklanjuti aduan mereka.

Apalagi, kata Muhajir, masalah Ridwan Kamil ini mirip dengan masalah yg dialami Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Slamet Ma’arif yg kini menjadi tersangka dugaan tindak pidana pemilu lantaran kampanye pertemuan umum di luar jadwal.

Sumber: http://nasional.kompas.com

Post Author: admin