Romy: Kalau Karena Kritik Jadi Tersangka, Fadli Zon Dan Fahri Hamzah Yang Pertama, Ternyata Tidak

JAKARTA, – Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy atau Romy membantah tudingan ada upaya kriminalisasi terhadap mereka yg selama ini kritis terhadap pemerintah.

“Kalau misalnya mengkritik kemudian dijadikan tersangka, kan banyak yg kritik tak dijadikan tersangka. Fadli Zon enggak pernah jadi tersangka apa-apa. Betapa pedas kritiknya dibandingkan Pak Slamet,” kata Romy, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (13/2/2019).

Hal ini disampaikan Romy menanggapi penetapan Ketua Persatuan Alumni 212 Slamet Ma’arif sebagai tersangka pelanggaran pemilu.

Kubu pendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menilai bahwa penetapan tersangka itu karena sikap politik Slamet yg berseberangan dengan pemerintah.

Baca juga: Moeldoko Tegaskan Tak Ada Intervensi dalam Kasus Hukum yg Jerat Pendukung Prabowo

Romy, sebagai pimpinan salah satu partai pendukung Jokowi, membantah anggapan itu.

“Bukan karena kritiknya. Karena kalau atas dasar kritik kemudian seorang dijadikan tersangka, maka Fahri Hamzah dan Fadli Zon jadi yg pertama, ternyata tidak,” kata Romy.

Romy menilai, kritik kepada pemerintah justru baik sebagai sarana bagi memperbaiki kinerja. Jika tidak ada pihak yg mengkritisi, pemerintah mampu salah arah.

“Jadi memang setiap pemerintahan harus dikontrol. Kalau masih ada kekuatan-kekuatan kritik dan oposan itu bagus bagi menjaga kesimbangan jalannya pemerintahan,” kata dia.

Baca juga: Pendukung Prabowo Laporkan Bupati Boyolali ke Bawaslu

Dewan Penasihat Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf ini meyakini, kasus-kasus yg menjerat pendukung Prabowo seperti yg menimpa Slamet Maarif dan musisi Ahmad Dhani yaitu murni masalah hukum.

Ia juga percaya kepolisian tak berpihak dalam kenangan kasus-kasus yg berkaitan denhan kedua kubu pasangan calon.

“Kalau memang polisi lebih berat sebelah, dikatakan demikian, ya tinggal dibela saja kan. Kan proses hukum tinggal tersangka apakah dapat memenuhi bukti-bukti yuridis materiil dan tidak, kalau telah dibuktikan di pengadilan,” kata dia.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-974648810682144181-4112’); });

Sumber: http://nasional.kompas.com

Post Author: admin