Saat Istana Mulai Disibukkan Dengan Pilpres 2019…

JAKARTA, – Istana Kepresidenan akan disibukan dengan pemilihan presiden 2019 yg pendaftarannya mulai dimulai pada Agustus tahun 2018. Presiden Joko Widodo sebagai petahana dipastikan mulai mencalonkan diri kembali dalam pilpres bagi melanjutkan kepemimpinannya di periode kedua.

Istana melalui Kantor Staf Kepresidenan (KSP) pun ikut membahas pembentukan relawan pemenangan buat Jokowi. Hal ini terungkap setelah Ketua Umum Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Yorrys Raweyai berkunjung ke Istana pada Selasa (27/2/2018).

Politisi Partai Golkar tersebut menggelar rapat tertutup dengan Deputi IV KSP Eko Sulistyo.

Dalam rapat itu, Yorrys melaporkan soal pembentukan relawan pekerja yg dibentuk serikatnya bagi pemenangan Jokowi di Pilpres 2019.

Baca juga : Cawe-cawe Pembentukan Relawan Jokowi, KSP Dikritik

“Itu hasil keputusan Rapimnas konfederasi. Teman-teman sepakat buat kita membentuk relawan pekerja buat kalian memenangkan Jokowi di 2019,” kata Yorrys.

Politisi Golkar Yorrys Raweyai di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (21/11/2017)/Rakhmat Nur Hakim Politisi Golkar Yorrys Raweyai di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (21/11/2017)

Yorrys mengaku melapor ke KSP agar tim relawan yg dibentuknya tersebut dapat bersinergi dengan tim pemenangan Jokowi lainnya.

Yorrys mengklaim, KSP menyambut baik langkahnya membentuk kelompok relawan Jokowi.

“Kami ini kan membentuk (relawan) tujuannya ke Jokowi. Harus dapat bersinergi dengan tim pemenangan dari Jokowi bagi 2019 ini kan,” kata Yorrys.

Yorrys mengatakan, total anggota SPSI ketika ini mencapai 5 juta orang. Ia meyakini jumlah tersebut mulai berkontribusi cukup besar untuk pemenangan Jokowi di pilpres 2019 nanti.

Baca juga : Kantor Staf Presiden Akui Terima Laporan Pembentukan Relawan Jokowi

Sementara itu, Kepala Kantor Staf Kepresidenan Moeldoko mengakui pihaknya menerima laporan Yorrys mengenai pembentukan relawan pemenangan Jokowi.

“Ya disampaikan kepada KSP. Tapi kalau responnya biasa lah seperti itu kan. Ada organisasi baru mengatakan ke kami, ‘pak kita baru membentuk organisasi ini’, ya silakan,” kata Moeldoko.

Moeldoko mengatakan, agenda meeting itu yakni Yorrys hendak mengatakan keterangan mengenai hasil Rapat Pimpinan Nasional SPSI yg digelar pada 21 Februari 2018 lalu. Lalu turut dilaporkan juga soal pembentukan relawan pekerja bagi pemenangan Jokowi di 2019. Sebab, pembentukan relawan tersebut juga yaitu hasil dari Rapimnas.

Moeldoko menilai meeting tersebut wajar karena KSP juga mempunyai fungsi bagi melakukan komunikasi politik.

“Bahwasannya KSP melakukan komunikasi politik iya. Tapi komunikasi politik dengan berbagai pihak, siapapun yg tiba ke KSP kami terima,” kata Moeldoko.

Namun, Moeldoko menekankan bahwa KSP sama sekali tak terlibat dalam pembentukan relawan pemenangan Jokowi. Pembentukan relawan tersebut sepenuhnya adalah hak dan inisiatif dari Yorrys. KSP tidak mulai melakukan tindaklanjut apapun dari laporan yg disampaikan Yorrys tersebut.

“Jangan keluarnya setelah dari KSP, seolah KSP merestui persoalan niatnya buat membangun relawan Jokowi. Silahkan. Tapi jangan kaitkan dengan KSP dong,” kata Moeldoko.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-974648810682144181-4112’); });

Sumber: http://nasional.kompas.com

Post Author: admin