Saat Novanto Kecelakaan, Penyidik KPK Tak Ingin Terkendala Seperti Saat Di RS Premier

JAKARTA, — Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) mempersiapkan semua hal secara terperinci ketika Setya Novanto dirawat di Rumah Sakit Medika Permata Hijau pada 16 November 2017 lalu.

Persiapan matang dikerjakan demi menghindari hambatan yg mungkin muncul dalam proses hukum.

Hal itu dikatakan penyidik KPK Ambarita Damanik ketika bersaksi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Jumat (25/5/2018). Dia bersaksi buat terdakwa dokter Bimanesh Surtarjo.

“Kami tak ingin pengalaman di RS Premier terulang di RS Medika Permata Hijau,” kata Damanik.

Baca juga: Setya Novanto Akan Melunasi Uang Pengganti Melalui Cicilan

Pascaditetapkan sebagai tersangka pada Oktober 2017, Setya Novanto mangkir dari panggilan pemeriksaan KPK.

Saat itu, Novanto beralasan sakit dan secara tiba-tiba dirawat di Rumah Sakit Premier Jatinegara, Jakarta Timur.

Menurut Damanik, pada ketika itu penyidik mendapat hambatan buat mampu memastikan keadaan kesehatan Setya Novanto.

Baca juga: Fredrich Sempat Minta Kerjaan kepada Penyidik KPK

Penyidik juga sulit mendapat akses dari rumah sakit buat memeriksa segera Setya Novanto.

“Pengalaman kita waktu di Premier, aku tiga kali ke sana, bolak-balik, Pak Setya Novanto itu pasang infus sampai berhari-hari. Seperti dalam kondisi tak sadar,” kata Damanik.

Menurut Damanik, saat mendapat info bahwa Novanto mengalami kecelakaan dan dirawat di rumah sakit, penyidik mempersiapkan segalanya.

Saat itu, penyidik yg terbagi dalam sejumlah tim membuat rencana pembagian tugas. Menurut Damanik, sebagian ditugaskan melihat segera keadaan Novanto.

Baca juga: Fredrich Mengaku Dikenalkan pada Setya Novanto oleh Seseorang Mirip Bintang India

Kemudian, sebagian lagi membuat administrasi hukum. Selain itu, ada yg ditugaskan buat berkoordinasi dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

Hal itu bertujuan agar KPK didampingi dokter yg kredibel dan dapat memberikan penjelasan yg sebenarnya tanpa ada kepentingan pihak lain.

“Termasuk siapkan ambulans, karena ada harus ada standar. Kami khawatir sopir ambulans KPK tak sesuai standar, maka kita siapkan dari RSCM Kencana,” kata Damanik.

TV Soal kelanjutan masalah KTP elektronik yg terkait dengan Setya Novanto, Ketua KPK Agus Rahardjo mengaku tengah mendalami hal ini.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-974648810682144181-4112’); });

Sumber: http://nasional.kompas.com

Post Author: admin