Saat Paspampres Dapat Kabar Pesawat Gus Dur Akan Dihadang Massa…

JAKARTA,  — Suatu malam, Panglima TNI Laksamana Widodo Adi Sutjipto mendatangi Istana Kepresidenan, Jakarta. Saat itu, Presiden Abdurrahman Wahid alias Gus Dur telah tertidur pulas.

Anggota Pasukan Pengamanan Presiden ( Paspampres), Chandra W Soekotjo, terpaksa membangunkan Gus Dur dari tidurnya.

“Saya masuk dan bangunkan Presiden, Panglima TNI mau laporan,” kata Chandra menceritakan kisahnya kepada , beberapa waktu lalu.

Datang tengah malam dan sampai membangunkan Presiden Gus Dur, tentunya Panglima TNI membawa keterangan yg sangat utama dan mendesak buat langsung dilaporkan. Informasi itu terkait dengan keadaan keamanan di daerah yg mulai didatangi Gus Dur pada keesokan harinya.

Baca juga: 72 Tahun Lalu, Perintah Rahasia Bung Karno dan Cikal Bakal Paspampres

“Pak, ini besok tempat yg kami mulai pergi ini, landasan mulai diduduki. Pesawat tak dapat mendarat,” kata Panglima TNI kepada Gus Dur ketika itu.

Chandra masih ingat betul apa jawaban Gus Dur waktu itu. Gus Dur dengan santainya menjawab, “Ndak apa-apa, nanti kan aku mendarat pasti minggir.”

Panglima TNI masih tetap berusaha meyakinkan agar Gus Dur membatalkan kunjungannya. Namun, Gus Dur tetap bersikeras.

Ndak, mereka hanya mau bicara saja. Enggak masalah,” kata Gus Dur meyakinkan.

Akhirnya, diputuskan Gus Dur tetap berangkat ke daerah itu. Hanya saja, kali ini Paspampres melakukan pengamanan yg lebih ketat.

Baca juga: Tak Ada Radar, Paspampres Daratkan Pesawat Bung Karno dengan Lagu Indonesia

“Saya lihat Pak Presiden Abdurrahman Wahid ini beliau orang yg tak memiliki pikiran negatif terhadap orang. Sementara kalau Paspampres harus berpikir yg terjelek. Tidak boleh ada peluang buat risiko itu masuk,” kata Chandra.

Paspampres pun segera langsung melakukan koordinasi dengan Kapolda dan Pangdam setempat. Pengamanan diperketat buat memastikan Gus Dur aman dari berbagai ancaman.

“Walau pun aku waktu itu sebagai pengawal ketar-ketir. Apa iya benar? Kalau mendarat kalau kami dikepung bagaimana?” kata Chandra.

Kepada , Chandra merahasiakan lokasi kunjungan Gus Dur itu. Ia juga enggan menyebut kelompok massa dari mana yg coba menghadang kedatangan Kepala Negara.

Baca juga: Istana Dikepung Belanda, Pasukan Pengawal Siap Mati demi Bung Karno

Setelah dikerjakan koordinasi lebih jauh, unsur pengamanan di wilayah setempat pun berani memastikan tidak mulai ada kelompok yg menduduki bandara. Akhirnya, pada keesokan harinya, Gus Dur dan rombongan pun tetap berangkat.

“Selama unsur pengamanan wilayah telah menyatakan oke, kita masuk. Kalau dikatakan tidak, ya, tak masuk,” kata Chandra.

Kunjungan Gus Dur di daerah itu pun berlangsung dengan aman dan lancar. Tak ada gangguan keamanan seperti yg semula diprediksi.

****

Pada 3 Januari 2018, Paspampres tepat berusia 72 tahun. Di usia yg tidak lagi muda, segudang cerita menarik menyertai kerja Paspampres selama ini. Maka dari itu, selama dua hari, akan Rabu (3/1/2017) hingga Kamis (4/1/2017), mulai menurunkan cerita-cerita menarik dan inspiratif seputar kerja Paspampres dari masa ke masa.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-974648810682144181-4112’); });
TV Wapres Jusuf Kalla berlibur di kawasan Nusa Dua, Bali.

Sumber: http://nasional.kompas.com

Post Author: admin