Saksi Akui Ketua Pengadilan Tinggi Manado Tidak Menahan Marlina Moha

JAKARTA, – Mantan panitera muda pada Pengadilan Tinggi Manado, Deny Sumolang, mengakui, Ketua Pengadilan Sudiwardono memutuskan terdakwa atas nama Marlina Moha Siahaan tak dikerjakan penahanan.

Padahal, sebelum mengajukan upaya hukum banding, Marlina telah divonis bersalah dan dijatuhkan hukuman 5 tahun.

Hakim pada pengadilan tingkat pertama juga memerintahkan agar Marlina ditahan.

Hal itu dikatakan Deny ketika bersaksi di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (7/3/2018).

(Baca juga : Menyuap Hakim, Aditya Moha Gunakan Sandi Ustadz hingga Pengajian)

Dia bersaksi buat terdakwa Aditya Anugrah Moha yg yaitu anak kandung Marlina Moha Siahaan.

“Surat ditandatangani Pak Ketua, isinya Pengadilan Tinggi tak melakukan penahanan,” ujar Deny.

Awalnya memang terjadi kekeliruan. Dalam dokumen laporan pengajuan banding dijelaskan bahwa status terdakwa tak ditahan.

(Baca juga : Minta Ibunya Tak Ditahan, Aditya Moha Menyuap Hakim Tinggi 80.000 Dollar Singapura)

Panitera pada pengadilan tingkat pertama salah dalam pengetikkan. Namun, panitera kemudian merevisi laporan itu dengan menjelaskan bahwa terdakwa harus ditahan.

Surat revisi itu telah dikirim ke Pengadilan Tinggi Manado. Namun, Sudiwardono tetap menyatakan Marlina tak ditahan.

Dalam masalah ini, Aditya Anugrah Moha didakwa menyuap hakim sekaligus Ketua Pengadilan Tinggi Manado, Sudiwardono.

Anggota Fraksi Partai Golkar itu didakwa memberi suap 80.000 dollar Singapura kepada Sudiwardono.

Menurut jaksa, uang 80.000 dollar Singapura kepada Sudiwardono bertujuan, agar Sudiwardono selaku Ketua PT Manado tak melakukan penahanan kepada Marlina Moha Siahaan, yg yaitu terdakwa dalam masalah korupsi tunjangan penghasilan aparatur pemerintah desa Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara, tahun 2010.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-974648810682144181-4112’); });

Sumber: http://nasional.kompas.com

Post Author: admin