Sejumlah Aktivis Jadi Caleg PSI

Jakarta – Antusiasme publik dari berbagai profesi buat bergabung di Partai Solidaritas Indonesia (PSI), dan mendaftar sebagai calon anggota legislatif Pemilu 2019, yakni musisi Giring “Nidji”, mantan judoka nasional peraih tiga medali emas diajang internasional, Peter Salim dan aktivis Nahdlatul Ulama (NU) Mohamad Guntur Romli resmi menjadi caleg PSI.

“Saya masuk politik karena ingin lebih bermanfaat lebih banyak lagi buat orang banyak. Politik adalah perjuangan bagi menegakkan kepentingan orang banyak,” kata Guntur dalam informasi persnya di Jakarta, Selasa.

Guntur teringat ucapan Presiden Ke-4 RI Gus Dur (KH Abdurrahman Wahid) yg kadang menyampaikan bahwa politik yaitu pekerjaan yg sangat mulia, karena memperjuangkan nasib orang banyak.

“Itulah definisi politik yg aku yakini sebagai khittah politik,” tegas Guntur yg pernah menjadi Wakil Ketua Tanfidziyah PCI NU Mesir.

Menurut Guntur, Gus Dur adalah tokoh yg mengerti politik secara teori dan praktik.

“Gus Dur sosok yg sudah melakukan kerja-kerja politik baik dari jalur kultural (ormas dan masyarakat sipil independen) maupun jalur struktural (partai politik, pemerintahan dan negara),” kata Guntur yg pernah memandu acara Kongkow Bareng Gus Dur.

Ketua Umum PSI, Grace Natalie dalam sambutan pada acara pendaftaran Guntur sebagai Caleg PSI di Basecamp PSI, Jln Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, mengatakan, bergabungnya Guntur mulai membuat semakin banyak orang baik yg mulai berjuang mengembalikan politik ke fungsinya yg mulia.

“Saya mengenal Guntur adalah seorang intelektual muda NU yg aktif memperjuangkan kebebasan beragama dan hak-hak kelompok minoritas,” katanya.

Grace menambahkan, Guntur juga seorang yg meninggikan harkat perempuan dan terus menjadikan keluarga sebagai prioritas.

“Selamat bergabung dan berjuang bersama kalian di PSI bro Guntur Romli,” demikian Grace Natalie.

Editor: Tasrief Tarmizi

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Sumber: http://www.antaranews.com

Post Author: admin