Soal Penyelesaian Pelanggaran HAM Masa Lalu, Jaksa Agung Sebut PR Bersama

JAKARTA, – Jaksa Agung HM Prasetyo mengatakan, penyelesaian pelanggaran hak asasi manusia (HAM) masa dulu yaitu tugas bersama-sama.

“Itu (penyelesaian pelanggaran HAM) bukan PR Kejagung, itu PR bersama. Ada Komnas HAM di sana, tak semata-semata kejaksaan,” kata Prasetyo di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (5/6/2018).

Baca juga: Dewan Kerukunan Nasional Bakal Selesaikan Kasus HAM Masa Lalu Tanpa Peradilan

Prasetyo mengatakan, apabila dari hasil penyelidikan dari Komnas HAM tersebut telah memenuhi syarat hukum buat ditingkatkan ke penyidikan, maka pihaknya mulai melakukan proses hukum.

“Kita cuma menerima hasil penyelidikan dari Komnas HAM, kalau hasil penyelidikannya telah memenuhi syarat buat ditingkatkan penyidikan, telah ada peradilan adhoc-nya ya jalan. Kenapa tidak?” ucap dia.

“Tentunya kami juga harus ada perintah dari pak Presiden supaya perkara ini ditangani dengan baik dan sungguh-sungguh sesuai ketentuan dan fakta yg ada,” lanjut Prasetyo.

Baca juga: Komnas HAM Sesalkan Pernyataan Jaksa Agung soal Penyelidikan Pelanggaran HAM Masa Lalu

Ia mengungkapkan, penyelesaian kasus pelanggaran HAM berat masa dulu terkendala oleh beberapa hal.

“Yang pasti memang masalah pelanggaran HAM berat itu antara yang lain kendalanya ya waktu peristiwanya terjadi telah sangat lama. Sehingga bagi mencari saksi-saksinya juga aku rasa tak mudah, bahkan mungkin telah nggak ada lagi,” ucap dia.

Terdapat enam kasus pelanggaran HAM berat yg sudah diteliti Kejaksaan Agung. Bahkan, penelitian itu melibatkan Komnas HAM.

Kasus itu, yakni seperti tragedi Semanggi I, Semanggi II, Trisakti, penghilangan paksa 13-15 Mei 98, Talangsari, Tanjung Priok, dan tragedi 1965.

Baca juga: Komnas HAM Apresiasi Niat Jokowi Selesaikan Kasus HAM Masa Lalu

Lebih lanjut, Prasetyo mencontohkan perkara pelanggaran HAM tahun 1965 dan 1966 sulit buat diungkap.

“Ini perkara (peristiwa tragedi) 65-66 telah beberapa puluh tahun yg dulu itu mungkin yg dituduh pelakunya pun telah gak ada semua,” kata dia.

“Sudah meninggal juga secara alamiah, saksinya juga sama saja, barang bukti yang lain juga seperti itu. Makanya kami lihat realitas gitu lah,” lanjut Prasetyo.

Baca juga: Kontras Nilai RKUHP Potensial Hambat Penuntasan Pelangaran HAM Masa Lalu

Meski demikian, kata Prasetyo, pihaknya tak mengabaikan masalah pelanggaran HAM masa lalu.

“Kita sungguh-sungguh, kalian bekerja keras bersama Komnas HAM, berulang kali kalian melakukan bedah masalah dengan mereka (Komnas HAM) ya itu faktanya,” kata dia.

TV Jurnalis AS Tuding Sejumlah Tokoh Islam Ingin Lakukan Makar

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-974648810682144181-4112’); });

Sumber: http://nasional.kompas.com

Post Author: admin