Tanah Dan Bangunan Milik Ike Wijayanto Dilelang Jumat

Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi melalui Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Bandung, Jawa Barat, mulai melelang barang rampasan negara punya mantan Panitera Pengganti Pengadilan Negeri Bandung Ike Wijayanto, Jumat (20/10).

Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Jakarta, Kamis, mengatakan, Ike Wijayanto yaitu mantan Pelaksana tugas Panitera Muda Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) Bandung/Panitera Pengganti Pengadilan Negeri Bandung yg sudah menjadi terpidana perkara tindak pidana pencucian uang.

“Lelang barang rampasan dikerjakan berdasarkan Putusan Mahkamah Agung RI Nomor: 2154 K/Pid.Sus/2014 tanggal 15 Februari 2015, dalam kasus atas nama Ike Wijayanto,” katanya.

Febri menyampaikan lelang barang rampasan itu berupa tanah dan bangunan di Kecamatan Buah Batu, Kelurahan Cijawura, Kota Bandung dengan nilai limit Rp913,7 juta dan nilai jaminan lelang Rp275 juta.

KPK selalu berupaya bagi memaksimalkan pengembalian kerugian negara melalui “asset recovery”, salah satunya dengan langsung melelang barang-barang rampasan dari kasus yg sudah inkracht.

Sebelumnya, KPK dengan perantara KPKNL Jakarta sudah melelang rumah mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Luthfi Hasan Ishaaq melalui sistem “e-auction” pada Jumat (13/10).

Luthfi Hasan Ishaaq yaitu terpidana dalam kasus korupsi pengurusan penambahan kuota impor daging sapi dan pencucian uang.

Objek lelang berupa satu unit rumah di Perumahan Rumah Bagus Residence Blok B1 di Jalan Kebagusan Dalam I RT 007 RW 04 Lenteng Agung Jakarta Selatan. Luas tanah sekitar 441 meter persegi atas nama pemegang hak Teuku Fajar.

Objek terjual pada harga Rp2,9 miliar sesuai harga limit yg dimenangkan oleh seorang penawar dan yg menjadi satu-satunya penawar.

Selanjutnya, KPK juga menghibahkan barang rampasan negara yg berasal dari mantan Kepala Korps Lalu Lintas Polri Djoko Susilo ke Pemerintah Kota Surakarta pada Selasa (17/10).

Djoko Susilo yaitu terpidana perkara tindak pidana korupsi dan pencucian uang terkait proyek pengadaan simulator kendaraan buat layanan pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM).

Objek hibah berupa satu bidang tanah beserta bangunan di atasnya yg terletak di Jalan Perintis Kemerdekaan Nomor 70, Kelurahan Sondakan, Kecamatan Laweyan, Kotamadya Surakarta Provinsi Jawa Tengah dengan luas tanah 3.077 meter persegi.

Telah dibukukan dalam Buku Tanah Hak Milik Nomor 3142 Kelurahan Sondakan dan luas bangunan 597,75 meter persegi senilai Rp49,1 miliar dan dalam keadaan baik.

Peruntukan hibah mulai dijadikan Museum Batik guna mendukung visi Kota Surakarta sebagai kota budaya dan pariwisata.

Editor: Suryanto

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Sumber: http://www.antaranews.com

Post Author: admin