Terduga Teroris Yang Ditangkap Pasca Bom Surabaya Akan Ditahan Terpisah

JAKARTA, – Pasca kerusuhan di Mako Brimob dan bom Surabaya, Polri telah meringkus 96 terduga teroris dari berbagi daerah di Indonesia. Namun, 14 diantaranya tewas tertembak karena melakukan perlawanan.

Dengan begitu ada 82 terduga teroris yg ditangkap. Kepala Divisi Humas Polri Irjen Setyo Wasisto mengatakan, ke-82 terduga teroris itu tak mulai ditahan di satu tempat yg sama.

“Akan dititipkan dibeberapa tempat,” ujarnya di Jakarta, Rabu (6/6/2018).

Baca juga: Elegi Anak-anak di Ledakan Bom Surabaya

Namun, ketika ditanya di mana saja tempat penahanan itu dilakukan, Setyo tak mau menyebut nama lapas yg dimaksud.

Ia menuturkan, lapas bagi menampung terduga teroris masih rahasia. Hanya saja, ia memastikan bahwa bahwa para tahanan itu mulai diperlakukan khusus.

Seperti diketahui, pasca kerusuhan di Rutan Mako Brimob Kelapa Dua Mei 2018, sebanyak 145 napi terorisme dipindahkan ke 2 lapas high risk di Nusakambangan, Jawa Tengah, merupakan Lapas Batu dan Lapas Pasir Putih.

Baca juga: Jaksa Tak Mau Tanggapi Pandangan Aman Abdurrahman soal Bom Surabaya

Sistem pengawasan di lapas high risk super ketat. Seluruh gerak-gerik dipantau setiap hari oleh kamera pengawas atau CCTV. Satu sel juga cuma diisi oleh satu narapidana.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian menjelaskan, jaringan teroris masih ada di beberapa wilayah di Indonesia. Karena itu, Polri dan TNI melakukan pendeteksian dan menekan jaringan-jaringan tersebut.

“Kita seluruh sedang bekerja keras, Polri maupun bersama teman-teman jajaran TNI bagi deteksi, kemudian menekan jaringan-jaringan ini, terutama jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD),” ujarnya dalam pertemuan koordinasi lintas sektor di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (5/6/2018).

Baca juga: Aman Abdurrahman: Orang yg Namakan Bom Surabaya sebagai Jihad Sakit Jiwanya

Tito mengatakan, hampir di segala provinsi terdapat sel kelompok teroris. Menurut dia, ada sel yg aktif dan ada yg tak begitu aktif.

Tito sudah meminta kepada pimpinan Densus 88 buat membagikan keterangan ini kepada kapolda di segala Indonesia.

TV Korban berusia 28 tahun ini meninggal akibat luka bakar serius mencapai 90 persen.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-974648810682144181-4112’); });

Sumber: http://nasional.kompas.com

Post Author: admin