Terima Suap, Mantan Ketua PT Manado Merasa Salah Terjemahkan Kebijakan MA

JAKARTA, – Mantan Ketua Pengadilan Tinggi Manado, Sudiwardono mengaku bersalah menerima suap dari pihak yg beperkara.

Hal itu disampaikan Sudi dalam nota pembelaan atau pleidoi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Rabu (23/5/2018).

Namun, Sudi mengaku, perbuatan tercela itu dikerjakan akibat salah menerjemahkan kebijakan pimpinannya di Mahkamah Agung.

“Saya minta maaf pada Yang Mulia Bapak Ketua Mahkamah Agung, Dirjen Peradilan Umum karena aku tak mampu mengemban amanah dan aku salah menerjemahkan kebijakan pimpinan,” ujar Sudiwardono.

Baca juga: Mantan Ketua PT Manado Gunakan Suap bagi Pribadi hingga Akreditasi Pengadilan

Menurut Sudi, ketika uang diterima, dia sedang mempersiapkan akreditasi penjaminan mutu Pengadilan Tinggi Manado.

Menurut dia, tugasnya ketika itu cukup berat, karena cuma tinggal lima pengadilan tinggi yg belum memenuhi akreditasi.

Adapun, uang tersebut rencananya mulai digunakan buat merenovasi gedung pengadilan demi mendapatkan penilaian yg baik dalam akreditasi.

Baca juga: Sempat Berkelit, Mantan Ketua PT Manado Akhirnya Mengaku Terima Suap

Selain itu, menurut Sudi, mulai digelar peresmian 86 pengadilan baru segala Indonesia yg acaranya dipusatkan di Sulawesi Utara.

“Namun, apapun alasannya, aku mengaku bersalah. Saya menodai lembaga peradilan yg aku telah abdikan diri aku selama 35 tahun,” kata Sudi.

Sebelumnya, Sudiwardono dituntut hukuman 8 tahun penjara dan denda 500 juta subsider 6 bulan kurungan oleh jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Jaksa menilai, Sudiwardono terbukti menerima suap dari anggota Dewan Perwakilan Rakyat RI, Aditya Anugrah Moha sebesar 110.000 dollar Singapura.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-974648810682144181-4112’); });

Sumber: http://nasional.kompas.com

Post Author: admin