Terpopuler: Data Facebook Bocor Hingga Saling Bantah Ratna Sarumpaet

JAKARTA, – Data pribadi pemilik akun Facebook dari Indonesia dipastikan bocor. Percakapan pengguna melalui Facebook Messenger pun tak aman.

Temuan tersebut terungkap dalam artikel , Kamis (5/4/2018) kemarin. Artikel tersebut menjadi salah satu berita terpopuler, selain artikel-artikel yang lain berikut ini.

Sidang Fredrich Yunadi

Mantan pengacara Setya Novanto, Fredrich Yunadi, tersinggung saat jaksa keberatan atas sikapnya dalam sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kamis (5/4/2018).

Hal itu terjadi saat sidang menggelar pemeriksaan terhadap saksi. Fredrich beberapa kali menyebut saksi dengan sebutan “situ”. Hal itu membuat jaksa melayangkan keberatannya kepada hakim.

Keberatan jaksa itu memancing emosi Fredrich. Ia menilai jaksa KPK sengaja ingin menyerangnya secara personal.

“Eh, Bahasa Indonesia aku lebih bagus dari Anda, aku sekolahnya lebih tinggi. Ini apa mau berhadapan secara pribadi dengan saya?” Kata Fredrich.

Ketua majelis hakim Syaifudin Zuhri kemudian coba menenangkan suasana dan hakim kembali meminta Fredrich buat bersikap lebih sopan.

Baca “Fredrich: Eh, Bahasa Indonesia Saya Lebih Bagus dari Anda, Saya Sekolahnya Lebih Tinggi”.

Saling bantah Ratna Sarumpaet

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membantah klaim Ratna Sarumpaet soal pengembalian mobilnya yg sempat diderek oleh petugas Dinas Perhubungan DKI.

Baik Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan maupun Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Andri Yansyah. Anies membantah sudah menerima telepon dari Ratna yg mengadukan penderekan mobilnya.

Adapun Andri mengaku tak pernah mendapat telepon dari Anies ataupun staf Anies terkait persoalan ini. Andri juga tak mendapat perintah dari Anies mengantar mobil Ratna yg sudah diderek petugas Dishub sebelumnya.

Baca selengkapnya dalam artikel “Saat Anies dan Kadishub DKI Bantah Pengakuan Ratna Sarumpaet…”

Perpres naker asing

Presiden Joko Widodo menandatangani peraturan baru soal tenaga kerja asing. Peraturan Presiden Nomor 20 Tahun 2018 tentang Penggunaan Tenaga Kerja Asing itu bagi mempermudah tenaga kerja asing masuk ke Indonesia yg berujung pada peningkatan investasi dan perbaikan ekonomi nasional.

Dalam perpres ini disebutkan, setiap pemberi kerja TKA yg memakai TKA harus memiliki rencana penggunaan tenaga kerja asing (RPTKA) yg disahkan menteri atau pejabat yg ditunjuk.

Namun, pemberi kerja TKA tak wajib memiliki RPTKA bagi mempekerjakan orang asing pemegang saham yg menjabat anggota direksi atau anggota dewan komisaris pada pemberi kerja TKA, pegawai diplomatik dan konsuler pada perwakilan negara asing, atau TKA pada macam pekerjaan yg dibutuhkan pemerintah.

Baca juga “Jokowi Teken Perpres Permudah Tenaga Kerja Asing”.

Data Facebook bocor

Kasus pencurian data Facebook oleh Cambridge Analytica ternyata juga menyasar data pribadi orang-orang Indonesia. Sebanyak 1 juta data pribadi pengguna Indonesia bocor karenanya.

Hal itu diungkapkan oleh Facebook setelah pengungkapan skandal kebocoran data tersebut pada Maret lalu. Setelah kejadian itu, Facebook mencari tahu data apa saja yg digunakan Cambridge Analytica, yg yaitu konsultan kampanye pemenangan Donald Trump di Pemilu AS.

Facebook sudah berbicara tentang hal ini dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika RI. Indonesia tengah menganalisis persoalan ini dan mulai mengambil langkah berupa pemberian sanksi ataupun denda kepada Facebook seandainya terbukti lalai.

Adapun Facebook mulai melakukan enam langkah buat mengatasi persoalan tersebut.

Baca juga:
– Data 1 Juta Pengguna di Indonesia Dicuri, Ini Respons Facebook
– Hasil Pertemuan Kominfo dan Facebook Terkait Kebocoran Data Pengguna

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-974648810682144181-4112’); });

Sumber: http://nasional.kompas.com

Post Author: admin