Tiga Terdakwa Pelaku Zina Dicambuk Di Lhokseumawe

Lhokseumawe – Tiga orang terdakwa pelanggar aturan syariat Islam yg berlaku di Aceh menjalani hukuman cambuk yg dikerjakan di halaman Masjid Islamic Centre Lhokseumawe, Jumat.

Pelaksanaan uqubat cambuk usai waktu shalat Jumat tersebut, dikerjakan kepada tiga terdakwa masing-masing atas nama Muhajir (34), Mazidah (30) dan Fakhrorraz (19), setelah ada keputusan hukum tetap dari Mahkamah Syariyah Lhokseumawe.

Berdasarkan salinan keputusan hakim, memperhatikan pasal-pasal dari peraturan peundangan yg berlaku, khususnya Pasal 33 ayat 1 Qanun Nomor 6 Tahun 2014 tentang hukum Jinayat serta dalil-dalil syariat, maka kepada terdakwa Muhajir dan Mazidah, dihukumkan sebanyak 100 kali hudud cambuk di muka umum.

Karena keduanya sudah terbukti secara sah dan menyakinkan bersalah melakukan jarimah sebagaimana dakwaan kesatu, yaitu, zina.

Muhajir yaitu warga Lhokseumawe yg berprofesi sebagai pedagang dan Mazidah yaitu warga Deli Serdang, Sumatera Utara dan berprofesi sebagai ibu rumah tangga.

Sementara itu, terhadap terdakwa Fakrorrazi warga Aceh Utara, dihukum sebanyak 107 kali cambuk, karena secara sah dan menyakinkan bersalah melakukan jarimah zina. Seharusnya, kepada Fakhrorazzi dicambuk sebanyak 110 kali. Akan tetapi, sebanyak tiga kali di antaranya dipotong masa tahanan yg dijalani oleh terdakwa.

Pada pelaksanaan hukuman cambuk tersebut, ribuan masyarakat menyaksikannya. Sejumlah petugas keamanan dari kepolisian dan juga Satpol P dan WH Kota Lhokseumawe mengatur proses eksekusi cambuk tersebut.

Sementara itu, pada proses hukuman cambuk yg dikerjakan secara bergiliran, bagi giliran pertama dijalani oleh Muhajir. Pada hitungan cambuk ke 12, muhajir menahan sakit dan dihentikan sementara serta dilanjutkan lagi setelah diperiksa oleh dokter, dulu pada hitungan ke 45, kembali Muhajir menunduk menahan sakit. Serta dilanjutkan lagi hukuman cambuk hingga hitungan 100.

Sedangkan giliran kedua, hukuman cambuk dijalani oleh Fakhrorazzi. Proses pencambukan selalu dijalani oleh terdakwa hingga pada hitungan 77 kali, berhenti sebentar. Serta dilanjutkan kembali sampai hitungan 107 kali.

Sementara terhadap Mazidah, posisi terdakwa dikerjakan dengan duduk. Dari hitungan 1 hingga 100 kali, Mazidah sanggup menjalani hukuman cambuk yg diayunkan oleh algojo.

Editor: Unggul Tri Ratomo

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Sumber: http://www.antaranews.com

Post Author: admin