Wapres: Pencalonan Indonesia Sebagai DK PBB Tugas Konstitusional

New York – Wakil Presiden M Jusuf Kalla keinginan Indonesia buat menjadi anggota tak tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-bangsa adalah tugas konstitusional buat ikut serta dalam menciptakan perdamaian dunia.

“Ini adalah tugas konstitusional kita. Jadi bukan cuma bagi kalian tapi juga buat masyarakat dunia. Konstitusi kalian tegas menyatakan ikut serta menciptakan perdamaian dunia,” kata Wapres M Jusuf Kalla di Markas Besar PBB New York Amerika Serikat, Senin (18/9).

Indonesia sejak tahun dahulu sudah mengkampanyekan bagi menjadi anggota tak tetap Dewan Keamanan PBB. Sampai ketika ini Indonesia telah tiga kali menjadi anggota tak tegap DK PBB.

Lebih lanjut JK menjelaskan posisi strategis Indonesia seandainya masuk sebagai anggota tak tetap DK PBB. JK menjelaskan bahwa DK PBB menjadi penentu dalam pengambilan kebijakan tingkat dunia. DK PBB tambah JK mempunyai peran sangat utama buat munculnya resolusi maupun kebijakan lainnya di PBB.

“Indonesia mulai memiliki kesempatan buat memberikan pandangan dan masukan dalam menentukan kebijakan terhadap persoalan-persoalan dunia,” kata Wapres.

Wapres menegaskan Indonesia mulai bersaing dengan Maldiv sebagai anggota tak tetap DK PBB yg mulai diputuskan pada sidang majelis umum PBB tahun depan.

Saat ini ada 2.800 anggota pasukan penjaga perdamaian dari Indonesia yg berada di segala dunia. Dan mulai ditingkatkan jumlahnya hingga 4.000 personil.

Sebelumnya Wapres Jusuf Kalla juga telah berbicara dengan Presiden Kazakhtan bagi mendukung pencalonan Indonesia sebagai anggota tak tetap DK PBB.

“Diatas kertas kemungkinan Indonesia lolos sangat besar,” kata JK. Apalagi sekarang negara-negara ASEAN  kompak,” kata Wapres.

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Sumber: http://www.antaranews.com

Post Author: admin