Yusril: Putusan MK Soal “Presidential Threshold” Tak Sejalan Dengan Spirit Konstitusi

JAKARTA, – Ketua Umum Partai Bulan Bintang Yusril Ihza Mahendra menyayangkan langkah Mahkamah Konstitusi yg menolak uji materi pasal 222 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang penyelenggaraan pemilihan umum.

Dengan putusan ini, maka Pasal 222 yg mengatur ambang batas pencalonan presiden atau presidential threshold tersebut tetap berlaku.

Hanya partai atau gabungan partai dalam pemilu Dewan Perwakilan Rakyat lima tahun sebelumnya yg mampu mencalonkan pasangan presiden dan wakil presiden, dengan jumlah kursi Dewan Perwakilan Rakyat minimum 20 persen atau perolehan suara sah secara nasional minimum 25 persen.

Baca juga: Presidential Threshold 20 Persen, Gerindra Prediksi Hanya Ada 2 Capres di Pilpres 2019

“Saya berpendapat bahwa Pasal 222 UU Pemilu tentang ambang batas pencalonan Presiden yg tetap dipertahankan oleh MK itu sebagai sesuatu yg tak sejalan dengan spirit konstitusi kita,” kata Yusril melalui informasi tertulisnya, Jumat (12/1/2018).

Meski kecewa dengan MK, pakar hukum tata negara ini mengakui, putusan itu berlaku final dan mengikat.

Ruang berdebat mengenai presidential threshold kini berpindah menjadi wacana akademis saja. Secara hukum, persoalan itu telah selesai dan final.

“Orang-orangnya seperti saya, telah biasa mengalami kekalahan berhadapan dengan pemegang otoritas, termasuk pula para hakim MK,” kata Yusril, yg menjadi salah satu pemohon uji materi pasal 222 UU Pemilu.

Baca juga: Soal Presidential Threshold, Gerindra Anggap MK Hilang Kewarasan

Namun, Yusril menegaskan, idealisme tetaplah harus ada dan selalu diperjuangkan. Walau suatu saat ia mampu kalah atau dikalahkan, namun kehidupan manusia dan peradaban mulai selalu berlanjut.  

“Biarlah sejarah yg menjawabnya dengan suatu harapan, generasi yg mulai tiba mulai membaca data dan dokumen masa sekarang yg merekam segala perdebatan itu dan nanti mulai menilainya dengan penuh kejujuran terhadap data sejarah yg kalian tinggalkan,” ucap Yusril.

TV Berikut tiga berita terpopuler versi TV hari ini.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-974648810682144181-4112’); });

Sumber: http://nasional.kompas.com

Post Author: admin