Harapan Agus Prayogo Jelang Asian Games 2018

Jakarta – Pelari jarak jauh Indonesia Agus Prayogo memiliki harapan buat memperbaiki penampilannya menjelang Asian Games 2018 mendatang, selepas keberhasilannya mendulang satu emas dari 10.000 meter dan perak nomor maraton di ajang SEA Games 2017.

“Di Asian Games 2018, aku disarankan cuma turun di satu nomor saja, namun masih didiskusikan. Tapi aku pribadi ingin turun di maraton,” kata Agus di Jakarta, Selasa.

Hal pertama yg menjadi harapan Agus adalah adanya tempat berlatih yg lebih layak dari fasilitas selama ini yg terletak di kawasan perkebunan teh Malabar, Pangalengan, Kabupaten Bandung.

“Di Pangalengan aku berlatih dengan permukaan tanah gravel yg telah sangat tergerus dan cuma menyisakan krikilnya saja, di mana hal ini jelas menyulitkan aku dalam berlari. Jika ada lokasi yg lebih layak, tentu prestasi aku mulai lebih baik,” ujar Agus.

Dengan waktu pelaksanaan Asian Games 2018 yg semakin dekat, Agus merasa telah waktunya ia berkesempatan berlatih di tempat-tempat ideal seperti yg selama ini dipakai para pelari maraton kelas dunia.

“Pelari-pelari luar biasa berlatih di Kenya dan Amerika Serikat. Lokasinya juga di dataran tinggi lebih dari 2.000 meter di atas permukaan laut sementara Pangalengan, ketinggiannya cuma 1.500 meter di atas permukaan laut,” ungkap Agus.

Selain itu, Agus juga mengharapkan memiliki rekan berlatih, pasalnya selama ini ia–yang berlatih seandainya diakumulasi dapat mencapai 200 kilometer dalam sepekan– merasa jenuh dan bosan seandainya harus selalu berlatih sendiri.

“Tidak ada yg dapat memotivasi aku di dalam latihan, karena hanya sendirian. Ini juga jadi pembelajaran bahwa telah saatnya aku berlatih dengan rekan di lokasi yg lebih memadai,” ujar Agus.

Sebelumnya, di SEA Games 2017 lalu, Agus yg turun perdana di nomor maraton, harus puas bagi finis di urutan kedua setelah dikalahkan rival yg juga yaitu teman dekatnya, Soh Rui Yong (Singapura).

Kendati Agus mengatakan ingin turun di nomor maraton, Agus sendiri tak mau memasang target terlalu tinggi di Asian Games 2018, pasalnya ia sadar bahwa kompetitornya pasti jauh lebih sulit daripada ketika di SEA Games 2017.

Hal itu dilakukannya buat mempersiapkan diri dalam ajang yg lebih tinggi lagi ke depannya.

“Saya mau memperbaiki catatan waktu saja. Catatan waktu terbaik aku 2 jam 21 menit. Target aku adalah dapat melebihi target aku tadi. Ini jangka panjang, supaya aku dapat ikut serta di Olimpiade Tokyo 2020 nanti,” katanya.

Editor: Monalisa

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Sumber: http://www.antaranews.com

Post Author: admin