Ikhsan Imanuel Rumbay Sabar Menunggu

JAKARTA, – Bagi Ikhsan Leonardo Imanuel Rumbay menunggu adalah bagian dari proses bagi mewujudkan impian besarnya menjadi atlet bulu tangkis nasional.

Akhirnya, Ikhsan dapat menggenapkan impiannya buat menjadi bagian dari Pelatnas Cipayung. Sejak Januari 2018 ia naik ke kasta tertinggi bulu tangkis nasional setelah berhasil mencatat prestasi gemilang di tahun 2017. Pemain kelahiran Tomohon, 15 Januari 2000 ini naik podium juara di ajang Kejurnas 2017 buat kategori tunggal putra taruna. Penampilannya juga cukup baik di ajang Superliga Junior 2017 lalu.

“Tentunya semangat masuk pelatnas, apalagi mampu bertemu pemain-pemain senior seperti Jonatan Christie dan sebagainya,” ungkap Ikhsan. “Pasti tekanannya di pelatnas itu beda, mau nggak mau harus adaptasi. Tetapi aku jalani saja. Pertama aku ke pelatnas rasanya tegang, ketemu senior, ketemu yg telah juara super series. Lalu aku berpikir kenapa harus tegang, bukannya bagus aku ketemu mereka dan termotivasi?” tambahnya.

Bagi Ikhsan, status ini yaitu kebahagiaan berikut setelah pada Maret 2017 dulu ia resmi bergabung dengan klub dengan fasilitas terbaik di Indonesia, PB Djarum. Dengan bergabung bersama PB Djarum, Ikhsan berkesempatan menimba pengalaman bertanding di dalam dan luar negeri yg sebanyak-banyaknya.

Ia tampil di pertandingan internasional, dari laysia hingga Peru dan Brasil di Amerika Selatan.  Sementara sebagai tanda  loyalitas, ia membawa PB Djarum menjadi juara nomor beregu pada Pembangunan Jaya Cup 2017 dan Superliga Junior 2017.

Adalah mantan pemain nasional, Luluk Hadiyanto yg membawa Ikhsan ke puncak harapannya.  Meski sempat  juara di ajang Sirnas sejak 2015, Ikhsan masih berkutat di turnamen lokal.  Pada tahun itu pula, Luluk menawarkan Ikhsan bagi masuk Sekolah Khusus Olahraga (SKO) di Ragunan, Jakarta. Pada awalnya, Ikhsan menolak karena melihat fasilitas di Ragunan  sangat buruk dan tak sebanding dengan nama gedung bulu tangkisnya yg memakai nama legenda bulu tangkis,”Rudy Hartono.”

Tak mau putus asa, Luluk menawarkan kembali Ikhsan buat bergabung di Ragunan. “Saya pakai biaya sendiri dan meminta Ikhsan buat mencoba berlatih selama dua pekan. Kalau tak cocok, silakan pulang dan aku mulai melupakan dia,” kata Luluk yg pernah menempati peringkat satu ganda dunia bersama Alvent Yulianto.  Untung tiket pulang ke Tomohon tidak jadi digunakan Ikhsan.

Ikhsan Leonardo Imanuel RumbayTjahjo Sasongko/ Ikhsan Leonardo Imanuel Rumbay

bagi Luluk, pingah ke Jawa adalah satu-satunya jalan untuk Ikhsan bagi berkembang. Bukan cuma dalam karir di bulu tangkis, tapi juga dalam kehdiupan sosial. “Saya tahu keluarga Ikhsan di Tomohon itu berasal dari yg memprihatinkan,” kata Luluk.

Namun kemudian Luluk menyadari, anak didiknya sulit berkembang bila selalu berstatus sebagai atlet SKO Ragunan. “Kami memang boleh ikut Sirnas dengan nama Ragunan, tapi kalau bagi tanding ke luar negeri, kita tak milik dana,” kata Luluk yg bertugas menangani 20 atlet bulu tangkis di SKO Ragunan.

Untung keinginan Ikhsan  tersambung dengan kebutuhan PB Djarum yg selalu berusaha mencari atlet tunggal putera usia muda. Adalah Yoppy Rosimin, ketua PB Djarum yang  menyampaikan proses bergavbungnya Ikhsan memang berliku. “Kami menangkap keinginan Ikhsan dan keluarga bagi bergabung ke Djarum, sementara kalian memang juga butuh pemain tunggal putera,” kata Yoppy.

Namun keabsahan perpindahan ini ternyata harus memakan waktu hampir satu tahun karena banyaknya  institusi yg harus dihubungi. “Bukan sekadar urusan antarklub, namun juga berkaitan dengan SKO Ragunan, PPLP sampai Kemenpora,” kata Yoppy. “Kami ikuti saja prosedurnya dan untungnya segala baik-baik saja.”

Munculnya Ikhsan Rumbay memamerkan satu fakta bahwa melalui institusi pendidikan olahraga seperti SKO Ragunan, mampu diharapkan muncul bibit potensial. Hal ini diakui juga oleh Yoppy Rosimin dari PB Djarum yg selama ini melakukan  penjaringan bibit bulu tangkis melalui ajang audisi tersebuka. “Kami mau saja menolong pengembangan institusi pendidikan olahraga seperti Ragunan. Syaratnya cuma satu, ada banyak para muridnya yg seperti Ikhsan.”

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-974648810682144181-4112’); });

Sumber: http://olahraga.kompas.com

Post Author: admin