Juara Dunia Junior Berharap Konsisten Di Level Senior

Jakarta – Para juara dunia junior Indonesia Rinov Rivaldy dan Gregoria Mariska Tunjung mengharapkan penampilannya selalu konsisten ketika berlaga di level senior secara penuh akan tahun 2018.

“Meski aku juara di level junior, aku tak ingin cepat puas, harus dapat konsisten siapa pun pasangannya, memperbaiki kelemahan aku seperti power, konsentrasi, dan teknik permainan,” kata Rinov di Jakarta, Kamis.

Senada dengan Rinov, pemain tunggal putri Gregoria Mariska juga mengharapkan hal yg sama dan ingin selalu memberikan yg terbaik buat Indonesia.

“Walau aku telah sempat main di level senior, aku harus akan dari awal lagi, ke depannya aku ingin mampu memanfaatkan kesempatan yg diberikan dengan memberi yg terbaik buat Indonesia, aku tahu tak mudah, harus akan dari level grand prix lalu buat selalu meningkat bagi bersaing di level top dunia nantinya,” kata Grego.

Di level senior, Rinov yg berpasangan dengan Pitha Haningtyas Mentari ketika meraih gelar juara dunia junior nomor ganda campuran dengan mengalahkan Rehan Noval/Siti Fadia 21-23, 21-15, 21-18, mengaku bersiap dengan rencana tim pelatih di level senior.

“Saya pribadi belum tahu mulai seperti apa, ada kemungkinan pasangan juga berubah, tetapi aku percaya segala program yg telah dibuat untuk saya, telah terencana dengan baik dan aku tinggal harus terus bersiap memberikan yg terbaik,” ujarnya.

Adapun Grego, mulai langsung turun bertanding di turnamen level senior Makau Terbuka (7-12 November 2017) dan Korea Masters (28 November-3 Desember 2017).

“Di pertandingan level senior ini, aku mengharapkan minimal dapat menembus semifinal buat pertama kali dari selama ini pengalaman aku di level ini. Saya tahu tak mulai mudah, namun lawan juga sama kondisinya jadi aku mulai berusaha mati-matian bagi mampu berprestasi di turnamen tersebut,” kata Grego.

Jika melihat kualitas para pemain muda yg “naik pangkat” jadi senior ini, pelatih pelatnas junior PBSI, Nova Widianto meyakini anak-anak didiknya tak membutuhkan waktu lama buat dapat bersaing di level top dunia.

“Kalau lihat tekniknya, aku percaya mereka mampu satu hingga dua tahun pantas main di Super Series, dengan catatan mereka juga mendapatkan jam terbang yg cukup buat turnamen dan prospek level grand prix atau grand prix gold yg tak terlalu lama. Namun itu juga tergantung pada kemauan para pemain sendiri apakah mereka mau maju dan tak cepat puas atau tidak,” kata Nova menambahkan.

Di kejuaraan dunia junior 2017, Gregoria memastikan gelar di tunggal putri setelah sukses menundukkan tunggal putri China Han Yue 21-13, 13-21, 24-22.

Sedangkan Rinov/Pita menjadi jawara ganda campuran selepas memenangkan all Indonesian final melawan kompatriotnya Rehan Naufal/Siti Fadia dengan skor 21-23, 21-15, 21-18.

Atas prestasi mereka, Gregoria diguyur bonus uang tunai sebesar Rp40 juta, TV LED 43″ dan “home theatre” dari klubnya PB Mutiara Cardinal Bandung.

Sementara Rinov Rivaldy, juga diberikan bonus yg sama dari klubnya PB Djarum Kudus.

Editor: B Kunto Wibisono

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Sumber: http://www.antaranews.com

Post Author: admin