Klopp Soroti Permainan Keras Burnley

Burnley – Sempat tertinggal terlebih dulu, Liverpool bisa comeback meraih kemenangan atas Burnley. Jurgen Klopp menyoroti permainan keras Burnley yg membuat timnya kesulitan.

Bertamu ke Turf Moor, Kamis (6/12/2018) dini hari WIB, Klopp melakukan tujuh perubahan dalam Starting XI timnya. Ia menurunkan mayoritas pemain lapis dua menghadapi tuan rumah Burnley.

Meskipun demikian, agresivitas The Reds tidak berkurang. Sepanjang pertandingan mereka melakukan 77 penguasaan bola berbanding 23 persen yg dikerjakan tuan rumah.

Burnley berusaha membendung permainan menyerang Liverpool dengan permainan keras. Statistik Whoscored mencatat tuan rumah melakukan 19 tekel dengan 13 sukses menghentikan pemain Si Merah. Selain itu, mereka juga berhasil melakukan 22 sapuan serta 14 intersep dalam upaya mengganggu permainan lawan.

Permainan keras Burnley memakan korban, bek Joe Gomez harus menyudahi laga lebih awal setelah mendapat cedera akibat ditekel bek tuan rumah.

Setelah tidak ada gol tercipta di babak pertama, Burnley unggul terlebih lalu berkat gol Jack Cork menit ke-54. Gol James Milner di menit ke-62 menjadi momentum kebangkitan Si Merah.

Liverpool berbalik unggul 2-1 di menit ke-62 berlat gol Roberto Firmino, serta gol Xherdan Shaqiri di menit ke-90 buat memastikan kemenangan 3-1 The Reds atas Burnley.

Klopp senang timnya dapat meraih kemenangan, namun ia tidak lupa menyoroti permainan keras Burnley yg menyebabkan pemainnya cedera.

“Mereka ingin bermain agresif. Agresif adalah bagian dari sepakbola. Anda harus coba sesuatu dan Anda butuh seseorang yg mengingatkan Anda bagi hati-hati,” kata Klopp.

“Ada banyak kejadian, tekel. Saya cuma dapat katakan ‘wow, terlalu banyak’ karena banyak tekel tidak wajar. Tapi, mereka sering telah menekel dari jarak jauh enam atau tujuh yard, bahkan beberapa kali berlebihan. Ya, tekel mereka kelewatan.”

“Kita seluruh ingin menang, dan cara meraihnya berbeda-beda. Terkadang ada yg harus mengingatkan Anda bagi berhenti melakukannya. Jangan melakukan tekel pemain dari jarak jauh, karena rumputnya basah, dan tekel itu bakal berisiko,” ia melanjutkan.

Lebih lanjut, Klopp juga menyoroti kepemimpinan wasit yg dianggap gagal melindungi pemainnya.

“Pemain tengah memegang bola sedikit kurang beruntung karena apapun mampu terjadi seperti Joe Gomez. Saya berpikir wasit harus meyakinkan hal seperti itu tidak terjadi lagi terus-menerus,” ia memungkasi.[rza]

Sumber: ESPN
Sumber: http://bola.inilah.com

Post Author: admin