Astori, Kembalilah…

Florence – Meninggalnya kapten Fiorentina, Davide Astori meninggalkan kesedihan mendalam terutama buat rekan setim. Riccardo Saponara adalah salah satu pemain I Viola yg sangat kehilangan sosok Astori.

Astori meninggal dunia di sebuah hotel di Udine beberapa jam sebelum pertandingan antara Fiorentina melawan Udinese, Minggu (4/3/2018).

Astori tidak keluar dari kamar hotelnya dan melewatkan sarapan bersama tim. Setelah tim terapis Fiorentina menyambangi kamarnya, Astori telah ditemukan tidak bernyawa. Kabarnya pemain berusia 31 tahun meninggal karena serangan jantung.

Saponara menghabiskan satu musim bermain dengan Astori di Fiorentina. Mantan pemain Empoli itu menuliskan surat mengharukan buat Astori di Instagram.

Oh kapten, kapten saya. Mengapa kamu tak turun buat sarapan bersama kalian semua? Mengapa kamu tak mengambil sepatumu di kamar Marco (Sportielo) dan turun ke bawah minum jus jeruk seperti biasanya?

Kini mereka seluruh menyampaikan hidup selalu berlanjut, bahwa kita harus menatap ke depan dan bangkit, tetapi apa rasanya tanpa kehadiranmu?

Siapa yg mulai tiba pagi hari di kafetaria menghangatkan suasana dengan senyuman? Siapa yg mulai bertanya dengan penuh rasa penasaran apa yg kita lakukan kemarin malam sebelum akhirnya tertawa?

Siapa yg mulai menyemangati pemain muda dan siapa yg mulai bertanggung jawab bagi pemain yg lebih berpengalaman? Siapa yg mulai membentuk lingkaran buat bermain satu-dua sentuhan atau siapa yg mulai mengalahkan Marco ketika main PlayStation? Kepada siapa kita mulai berdebat soal episode Masterchef, restoran di Florence, serial televisi, dan pertandingan yg kita mainkan?

Kepada siapa aku menyandarkan kepala di makan siang usai menjalani latihan yg melelahkan? Kembalilah, kamu masih belum menonton film La La Land hingga selesai agar kamu dapat menganalisis seperti film-film yang lain yg baru keluar

Kembalilah ke Florence, mereka menunggu kamu bagi memperpanjang kontrak dan tahu betul hal bagus dan positif yg terus kamu berikan pada kita setiap hari. Keluarlah dari kamar itu, kita menunggu kamu besok saat latihan kembali digelar.

Di mana pun kamu berada kini, teruslah pertahankan gawang kalian dan tuntun kalian ke jalan yg benar. Oh kapten, kapten saya. Kamu terus menjadi kapten saya

O capitano, mio capitano. Perch non sei sceso a fare colazione insieme a tutti noi? Perch non sei passato a riprendere le tue scarpe fuori dalla camera di Marco e non sei venuto a bere la tua solita spremuta d’arancia? Ora ci diranno che la vita scorre, che lo sguardo va puntato in avanti e dovremo rialzarci, ma che sapore avr la tua assenza? Chi arriver ogni mattina in mensa a riscaldare l’ambiente con il proprio sorriso? Chi ci chieder incuriosito ci che abbiamo fatto la sera precedente per riderci su? Chi sgrider i pi giovani e chi responsabilizzer i pi esperti? Chi former il cerchio per giocare a “due tocchi” o chi far ammattire Marco alla play? Con chi dibatteremo sulle puntate di Masterchef, i ristoranti fiorentini, le serie TV o le partite disputate? Su chi appogger la mia spalla a pranzo dopo un allenamento estenuante? Torna dai, devi ancora finire di vedere LaLaLand per poterlo analizzare come ogni film appena uscito. Torna a Firenze, ti attendono in sede per rinnovare il contratto e riconoscerti il bene e la positivit che doni quotidianamente a tutti noi. Esci da quella maledetta stanza, ti aspettiamo domani alla ripresa degli allenamenti. Nella vita ci sono persone che conosci da sempre con le quali non legherai mai, poi ci sono i Davide che ti entrano immediatamente dentro con un semplice “Benvenuto a Firenze Ricky”. Ovunque tu sia ora, continua a difendere la nostra porta e dalle retrovie illuminaci il giusto cammino. O capitano, mio capitano. Per sempre mio capitano.A post shared by Riccardo Saponara (@rickinara) on Mar 5, 2018 at 3:35am PST

Sumber: http://bola.inilah.com

Post Author: admin