Panitia Lombok Marathon Bantah Terima Rp3 Milyar

Mataram, – Atas insiden medali Lombok Marathon, Minggu kemarin, Ketua Panitia Andi Hadianto bersama anggota panitia Lombok Marathon meminta maaf pada segala peserta yg mengikuti event tahunan di Lombok itu.

“Saya atas nama Ketua Koni NTB, aku meminta maaf pada semua peserta Lombok Marathon atas insiden kemarin, insiden yg terjadi karena keterlambatan medali datang di lokasi Marathon” Kata Andi dalam jumpa pers di Mataram, Senin (29/1).

Dalam jumpa pers itu Andi didampingi, Kepala Dinas Pariwisata NTB, Lalu Muhammad Faozal, Kepala Dinas komunikasi, Informatika dan Statistik (Kominfotik) NTB, dan sejumlah anggota Koni lainnya.

Sebagai Ketua Panitia Andi, Mengungkapkan bahwa masalahnya ada pada Event Organizer (EO) Dunia Lari, yg menjanjikan medali datang di Lombok Minggu pagi dari Singapura. “Memang benar medali itu datang pukul 9 pagi, karena terlambat jadi medali tak diberikan segera pada pelari sampai di finish, mereka menerima tanda atau check point buat ditukarkan dengan medali” kata Andi.

Situasi tidak terkendali saat medali datang dan diserbu oleh peserta, hingga akhirnya Ketua Panitia turun tangan mengalihkan peserta ke pangung utama, peserta yg berlarian masih berebut hingga pangung nyaris roboh. “Kami tentu mengantisipasi semua hal yg membahayakan keselamatan, panggung telah mau rubuh karena ribuan orang mau naik” katanya.

Ditanya soal pemesanan medali dari Singapura, Andi menyebutkan itu hak dari Dunia Lari memesan di mana.

Disebutkannya juga bawa jumlah medali yg disiapkan cuma 2.000 medali, dengan asumsi mulai diberikan pada 500 orang yg pertama datang di garis finish, pada 4 kategori, masing masing 5 kilometer, 10 kilometer, half dan full marathon.

“Semua medali telah kalian berikan pada 1.900 peserta, masih tersisa 100 mendali, untuk peserta yabg belum menerima silahkan menghubungi panitia, dan tentu saja kita mulai melihat catatan waktu mereka, sebagai bukti pengambilan medali” ungkapnya.

Ketua Panitia ini juga mengklarifikasi tudingan dirinya menerima uang pendaftaran hingga Rp. 3 milyar rupiah, “Bagaimana mau mampu 3 milyar, yg daftar saja cuma 1.300 orang sisanya 2.700 peserta digratiskan, mereka adalah pelajar, PNS, TNI dan Polri, itu pun aku memberikan undangan resmi pada mereka, jadi tak benar berbayar semua” akunya.

Andi juga mengakui sudah menjalani pemeriksaan bersama sejumkah anggota panitia di Direktorat Kriminal Umum (Direskrimum) Polda NTB, termasuk EO Dunia Lari.

Kepala Dinas Pariwisata NTB, Lalu Muhammad Faozal yg disebut sebut kecewa atas penyelenggaraan Lombon Maraton tahun 2018, mengakui bahwa dirinya tak mampu berbuat apa apa ketika situasi memanas seperti pada hari Minggu lalu, mengingat dirinya cuma mengurus hal hal teknis seperti mengurus panggung dan kesenian yg mulai menghibur peserta. “Terus terang saja aku kesulitan kemarin mulai melakukan apa ketika situasi peserta didera emosi, bukan aku tak berbuat” katanya.

Faozal juga mengelak seandainya dirinya diposisikan seolah  berhadap hadapan atau silang pendapat dengan Ketua Panitia (Andi Hadianto) dalam pelaksanaan event Lombok Marathon bagi kedua kalinya itu.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-974648810682144181-4112’); });

Sumber: http://olahraga.kompas.com

Post Author: admin