Yustedjo Menilai AS Terbuka Jadi Peluang Indonesia Di AG 2018

Jakarta – Salah satu legenda tenis Indonesia, Yustedjo Tarik, menilai turnamen grand slam AS Terbuka 2018 dapat menjadi peluang untuk tim Indonesia di Asian Games 2018 yg jadwalnya sama-sama di bulan Agustus.

“Dengan adanya US Open di bulan yg sama dengan Asian Games, mudah-mudahan jadi kesempatan kalian karena ada kemungkinan pemain-pemain top negara pesaing tak turun dan lebih fokus ke tur,” kata Tedjo di Jakarta, Senin.

Kendati demikian, Yustedjo yg semasa jayanya pernah menyumbangkan empat emas di dua edisi Asian Games (1978 dan 1982) itu, menilai persaingan tenis dalam pesta olahraga multi cabang negara-negara Asia tersebut tetap berat.

“Pasalnya pemain-pemain pelapis dari negara-negara kuat seperti dari India, China, Korea Selatan, Jepang, Uzbekistan dan Kazakhstan, kualitasnya juga baik,” tutur mantan petenis yg turut membawa tim Piala Davis Indonesia bermain di grup dunia pada 1983 tersebut.

Harapan Indonesia, kata Tedjo, terpusat pada pemain sektor putra Christopher Rungkat, mulai tapi bagi meraih emas mulai sulit mengingat persaingan berat di Asian Games 2018 ini.

Secara realistis, tenis Indonesia dalam Asian Games 2018, tambah Tedjo, mampu mendapatkan perak atau perunggu di nomor tunggal putra dan juga ganda campuran dengan menurunkan duet Christopher Rungkat/Jessy Rompies yg diketahuinya yaitu kombinasi terkuat Indonesia ketika ini.

“Tapi itu juga masih tergantung lawan seperti apa menurunkan pemainnya, ada kesempatan lebih besar seandainya mereka tak menurunkan kekuatan penuh bahkan bukan tak mungkin emas,” tutur mantan pemain yg lahir di kawasan Sentiong, Jakarta Pusat tersebut.

Dalam Asian Games 2018 yg mulai digelar pada 18 Agustus sampai 2 September 2018 mendatang, Indonesia menargetkan mampu masuk 10 besar Asia yg artinya harus memperoleh 20 medali emas atau lebih.

Berdasarkan sejarah keikutsertaan di Asian Games, kontingen Merah Putih belum pernah mendapat prestasi mencapai 20 emas. Raihan tertinggi Indonesia adalah 11 emas ketika pertama kali jadi tuan rumah di 1962.

Bulutangkis menjadi cabang yg paling konsisten dan banyak menyumbang medali emas, dengan total 26 medali emas sejauh ini. Tenis menjadi cabor dengan emas terbanyak berikutnya (15) disusul Atletik (4), Tinju (3), Perahu Naga (3) dan Sepeda (3).

Untuk mencapai ambisi 10 besar Asia dalam Asian Games 2018 ini, ada 15 cabang yg kemungkinan berpotensi meraih medali emas, merupakan panahan (1 emas), bulutangkis (2), atletik (1), boling (1), bridge (2), kano/rowing (1), sepeda (2), jetski (2), karate (1), paragliding (1), pencak silat (2), sport climbing (1), taekwondo (1), angkat besi (1) dan wushu (1).

“Akan tapi target jumlah medali dan cabang olahraga yg dibebankan target emas masih dinamis dan mampu berubah,” kata Ketua Satlak Prima Achmad Soetjipto beberapa waktu lalu.

Editor: AA Ariwibowo

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Sumber: http://www.antaranews.com

Post Author: admin