Akan Tutup 5 Pabrik, GM Pecat 14.000 Karyawan

Jakarta – General Motors (GM) mulai merumahkan sekitar 14 ribu pekerja di Amerika Utara menyusul kemungkinan penutupan lima pabrik mereka.

Hal ini yaitu imbas dari restrukturisasi perusahaan yg ingin lebih fokus pada produksi kendaraan listrik dan swakemudi, kata GM dalam pernyataannya yg dikutip AP.

Jumlah pekerja yg dirumahkan itu mencapai 8 persen dari total tenaga kerja GM secara global yg berjumlah 180 ribu karyawan.

Restrukturisasi yg dikerjakan mencerminkan perubahan pasar otomotif di Amerika Utara, di mana arah bisnis GM selalu bergeser dari mobil biasa menuju SUV dan truk. Pada Oktober lalu, hampir 65 persen dari kendaraan baru yg dijual di AS adalah truk atau SUV.

Pengurangan tenaga kerja yg terjadi mencakup sekitar 8.000 karyawan kerah putih, atau 15 persen dari keseluruhan tenaga kerja kerah putih GM di Amerika Utara.

Sementara itu, sekitar 3.300 pekerja kerah biru mampu kehilangan pekerjaan di Amerika serikat dan 2.600 lainnya di pabrik-pabrik di Kanada.

Meski demikian, beberapa pekerja di AS mampu pindah ke pabrik truk atau SUV bagi meningkatkan produksi.

Pemangkasan karyawan ini menandai perampingan besar GM bagi pertama kalinya sejak merumahkan ribuan pekerja dalam peristiwa ‘Resesi Hebat’.

GM juga menyampaikan mulai menghentikan operasi dua pabrik tambahan di luar Amerika Utara pada akhir tahun depan, selain penutupan pabrik yg diumumkan sebelumnya di Gunsan, Korea Selatan.

Langkah yg dikerjakan GM kemungkinan mulai diikuti oleh Ford Motor, yg sudah menyampaikan tentang restrukturisasi dan mulai memberhentikan sejumlah pekerja kerah putih mereka yg tak ditentukan jumlahnya.

Toyota Motor Corp juga sudah membahas pemotongan biaya, meski mereka membangun pabrik perakitan baru di Alabama.

Pemutusan hubungan kerja itu terjadi di tengah-tengah perang perdagangan antara AS, China dan Eropa yg kemungkinan mulai menyebabkan harga yg lebih tinggi bagi kendaraan impor maupun yg diekspor dari AS

CEO GM Mary Barra menyampaikan perusahaan memang tengah menghadapi tantangan terkait tarif yg disebabkan oleh perang dagang, tapi dia tak secara segera menghubungkan hal itu dengan PHK yg pihaknya lakukan.

“GM tak meramalkan kemerosotan ekonomi dan membuat pemangkasan. Untuk berada di depan saat perusahaan dan ekonomi sedang kuat,” kata Barra kepada wartawan.

Pabrik yg kemungkinan ditutup termasuk pabrik perakitan di Detroit dan Oshawa, Ontario, Lordstown, Ohio, serta pabrik transmisi di Warren, Michigan, dan di dekat Baltimore.

Pengumuman itu mengkhawatirkan para pekerja GM yg mampu kehilangan pekerjaan mereka.
Sumber: http://teknologi.inilah.com

Post Author: admin