Daihatsu Gelar Kampanye ‘STOP! Bullying Anak’

Jakarta – Daihatsu kembali membuktikan komitmen tanggung jawab sosial di bidang pendidikan anak usia sekolah dasar dengan menggelar Daihatsu Smart Car Campaign bertajuk ‘STOP! Bullying Anak’ di SDN Pegangsaan Dua 05, Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Kegiatan yg yaitu roadshow ke-10 Sekolah Dasar (SD) di Jabodetabek ini dilaksanakan pada Oktober 2017 hingga Februari 2018. Daihatsu menggandeng Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) dan Palang Merah Indonesia (PMI) Jakarta Utara.

Daihatsu mengatakan pesan ‘STOP! Bullying Anak’ kepada orang tua, guru, dan anak-anak di sekolah, seiring dengan kadang terdengarnya perkara bullying di Indonesia.

Kegiatan meliputi seminar bagi orang tua tentang pola pengasuhan anak dan kelas interaktif anak yg mengajarkan pentingnya bekerja sama yg diikuti 100 orang tua dan 350 anak yg difasilitasi oleh Komnas PA.

Selain itu, terdapat pula kegiatan ‘Daihatsu Smart Car’ dengan menggelar lomba menggambar dan mewarnai bertema ‘Aman Berkendara di Jalan Raya’.

Kampanye ‘STOP! Bullying Anak’ dibuka Wali Kota Jakarta Utara Husein Murad bersama Ketua Umum Komnas PA Arist Merdeka Sirait. Turut hadir Sekjen Komnas PA Dhanang Sasongko, Ketua PMI Jakarta Utara H. Sabri Saiman, serta perwakilan Manajemen Daihatsu, General Affairs Division Head Haryanto NH.

“Untuk pertama kali Daihatsu mengadakan kegiatan bertema ‘STOP! Bullying Anak’. Kami ingin mengambil bagian bagi mengedukasi anak dan orang tua, bekerja sama dengan Komnas PA dan PMI,” ujar Haryanto.

Arist Merdeka Sirait juga mengatakan bahwa sangat mendukung program kampanye ‘STOP! Bullying Anak’ dan menaruh apresiasi yg setinggi-tingginya.

“Kami berharap program ini melibatkan segala komponen masyarakat, baik orang tua, guru, dan masyarakat sehingga dapat menjadi bagian dari Gerakan Perlindungan Anak Bersama,” kata Arist.

Wali Kota Jakarta Utara Husein Murad pun menyambut baik kegiatan ini. Menurut dia, hal semacam ini semestinya dikerjakan oleh segala pihak, baik swasta, sekolah maupun orang tua sendiri.

“Kita harus lebih jeli lagi melihat fenomena bullying ini. Kita tak boleh meremehkan perilaku anak-anak kami yg bisa mengarah ke tindakan bullying. Penggunaan media sosial sangat berpengaruhpada perilaku anak-anak sekarang. Sebagai orang tua kalian harus bijak dalam memberi pengarahan kepada anak-anak,” ucapnya.
Sumber: http://teknologi.inilah.com

Post Author: admin