Garap Mobil Otonom, Baidu Gandeng BlackBerry

China – Raksasa internet China Baidu menggandeng perusahaan teknologi Kanada BlackBerry bagi menggarap pengembangan teknologi kemudi otonom.

Dilaporkan Reuters, BlackBerry sepakat menolong Baidu yg kini tengah menyiapkan mobil otonom mereka bernama Apollo. Baidu ingin software sistem operasi QNX yg dikembangkan BlackBerry digunakan sebagai platform mobil otonom Apollo.

Sistem operasi QNX sendiri memang telah dipersiapkan buat mendukung sistem teknologi keterangan pada mobil. Awalnya, QNX dikembangkan oleh perusahaan bernama QNX Software System yg kemudian diakuisisi oleh BlackBerry pada tahun 2010 dan sempat tampil di ajang CES 2017 di Las Vegas, AS.

Nantinya, Baidu ingin menyematkan fitur keamanan serta fitur asisten digital suara buatannya ke sistem operasi QNX, seperti fitur Baidu CarLife yg membuat mobil otonom mampu terhubung ke aplikasi di smartphone dan juga DuerOS yakni asisten dengan kecerdasan buatan yg juga dikembangkan Baidu.

“Kami bertujuan mencipatakan mobil yg sepenuhnya otonom dengan tetap memprioritaskan keamanan dan keselamatan dalam teknologinya. Kerja sama ini mulai menolong kalian mewujudkan prototipe yg kalian bagi buat akan diproduksi serta memperkuat ekosistem pengembangan mobil otonom,” papar Li Zhenyu, General Manager Baidu Intelligent Driving Group.

“Kemitraan ini mulai memungkinkan pembuat mobil melompat dari prototipe ke sistem produksi, dan kalian mulai berupaya menuju ekosistem teknologi dan komersial buat kemudi otonom, konektivitas cerdas dan sistem dahulu lintas yg cerdas,” imbuhnya.

Sementara itu, General Manager BlackBerry QNX John Wall menyebut kerja sama ini memberikan kesempatan untuk sistem operasi QNX buat masuk ke teknologi pengembangan mobil otonom yg lebih luas dan QNX dapat melengkapi ekosistem mobil otonom dari sisi keamanannya.

Baidu launching platform Apollo pada April tahun dahulu buat mempercepat pengembangan dan produksi kendaraan otonom. Proyek itu kini memiliki lebih dari 70 mitra di semua dunia, demikian laporan Xinhua.
Sumber: http://teknologi.inilah.com

Post Author: admin